Ternyata Sumbangan Rp2 Triliun Bohong, Anak Akidi Tio Ditangkap Polisi

  • Whatsapp
Heriyanti dijemput polisi lantaran uang Rp 2 triliun dijanjikan dipastikan tidak atau hoaks.

Jatengpost.comSempat viral di media sosial terkait sumbangan Rp2 triliun yang diberikan oleh keluarga Akidi Tio, ternyata hal itu diduga bohong.

Untuk mempertanggung jawabkan hal tersebut, Heriyanti, anak perempuan Akidi Tio ditangkap. Penangkapan ini diduga karena hoaks sumbangan untuk Covid-19 di Sumatera Selatan.

Bacaan Lainnya

Heriyanti dijemput polisi lantaran uang Rp 2 triliun dijanjikan dipastikan tidak atau hoaks. Penangkapan dilakukan, Senin (2/8/2019).

Heriyanti tiba di Mapolda Sumsel dan langsung digiring masuk ke ruang Ditreskrimum Polda Sumsel dengan pengawalan sejumlah petugas.

Menggunakan batik biru dengan celana panjang hitam, Heriyanti berusaha menghindari awak media dengan terus berjalan cepat seraya menutupi wajahnya menggunakan tangan.

Tidak hanya Heriyanti Polisi juga menjemput Prof Dr Hadi Darmawan sebagai Dokter keluarga Akidi Tio.

Ketika ditanya oleh Direktur Intelkam Polda Kombes Pol Ratno Kuncoro terkait uang Rp 2 Triliun, Hadi Darmawan tidak tau sama sekali dengan uang tersebut, bahka tidak pernah melihat sama sekali.

Sementara itu Dir Ditreskrimum Polda Sumsel, Hisar Siallagan saat dikonfirmasi enggan memberikan komentar terkait penjemputan Heriyanti.

Termasuk status Heriyanti saat ini belum juga ada keterangan terkait hal tersebut.

Kecurigaan sumbangan Rp2 Triliun

Sebelumnya, nama keluarga Akidi Tio menjadi sorotan setelah disebut donasi Rp2 triliun. Namun ternyata, anak almarhum Akidi Tio bernama Heryanti malah disebut punya utang Rp 3 Miliar.

Sehingga membuat Mantan Menteri BUMN makin ragu dengan kebenaran sumbangan Rp 2 triliun tersebut.

Donasi almarhum Akidi Tio makin dipertanyakan publik. Banyak yang mempertanyakan uang dengan nilai fantastik Rp 2 triliun tersebut.

Mantan Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaludin pun menyampaikan pendapatnya. Ia mulanya mempertanyakan asal uang tersebut, lalu mempertanyakan logika pejabat negara.

Hamid dalam tulisannya mengatakan, jika ada pihak yang gagal paham mempercayai keterangan keluarga Akidi Tio terkait donasi tersebut.

Mulanya, berangkat dari pertanyaan sederhana, yakni mempertanyakan siapa Akidi Tio, termasuk bidang usahanya. Setelah itu, dari mana uang sumbangan Akidi Tio tersebut.

Selain itu, apakah lembaga perpajakan pernah memungut pajak dari harta Akidi Tio?

Dikatakan Hamid, Akidi Tio tidak memiliki jejak jelas di bidang usaha.

“Sehingga, sambung ia, guna mewujudkan halusinasi itu, maka sebaiknya meminjam tangan negara melalui pejabat dengan seribu janji. Namanya usaha,” tulisnya lagi.

Dia pun memperkirakan, motif para pejabat yang mempromosikan atau mengamini ucapan orang-orang seperti ahli waris Akidi Tio, adalah ingin dinilai sebagai pahlawan.

 

Pos terkait