Connect with us

Gaya hidup

Dampak Social Climber, Pembunuhan Karakter Sampai Kisah Tragis Bunuh Diri

Published

on

Jatengpost.com- Dampak social climber adalah akibat daripada perilaku berlebihan sesorang demi mengikuti trend populer terkini. Seperti maraknya kasus publikasi barang, perhiasan, pakaian, bersantai di tempat yang mewah dan sebagainya. Persitiwa berikut telah di masukan dalam kategori penyakit jiwa oleh ahli jiwa atau psikolog, dengan nama penyakit social climber.

Menarik untuk kita belajar dari dampak social climber, mengenang peristiwa tersebut yang semakin menjadi-jadi di masyarakat. Lantas sajauh manakah social climber merobek kehidupan manusia pada umumnya? Berikut Jatengpost.com mengumpulkan beberapa kasus yang terindikasi kuat karena pengaruh social climber.

via brilio  pakaian adat kebudayaan

Tergilasnya Nilai Luhur Kebudayaan…

Nilai kebudayaan menjadi salah satu nilai yang bersentuhan dengan manusia sejak ia dilahirkan. Kesopanan dalam berpakaian, bertutur kata, berlaku adil pada sesuatu, kiranya itu menjadi jarang di temukan belakangan ini. Seperti yang tercantum diatas mengenai trend, misalkan itu pakaian yang menonjolkan paha, atau gaya hidup public figure yang lebih mementingkan kepuasan diri.

via muudu (pakaian trend kekinian)

Lalu faham itu dibawa pada kehidupan keseharian pemerhatinya. Miris, mengenang proses dari kebudayaan itu sendiri yang dibentuk selama berabad-abad untuk menjadi kontrol manusia dalam berkehidupan. Tergilasnya nilai luhur ini pula yang menjadikan pelestari seni sebagai sesuatu yang remeh, dianggap tidak keren, ketinggalan jaman. Apa iya? Berlajut pada kehidupan keseharian gaya hidup yang di ciptakan social climber…

Baca Juga  Film Bumi Manusia adalah Harapan Pram yang Terjawab

Melahirkan Insan yang Apatis atau Acuh Terhadap yang Lain…

Lanjutan pembahasan penyakit social climber menurut psikologi adalah, keagungan yang muncul pada perasaan pribadi saat berjumpa dengan seseorang yang tidak sekeren dirinya. Seperti pada potret pengemis yang duduk di jalan dan masyarakat yang lalu lalang sibuk dengan urusan pribadinya.

Pinterest (Sang Kakek)

Potret tersebut menggambarkan adanya sikap acuh terhadap permasalahan, yang berlanjut pada membiarkan adanya kemiskinan itu sendiri. Dari kasus yang menelantarkan kemanusiaan, adapula kasus mengenai bunuh diri karena dorongan batin dari social climber…

Kisah Mukhlis dari Brebes yang Gantung Diri Karena Ingin Memiliki Sepeda Motor…

Mukhlis 15 tahun asal Brebes menjadi korban dari keganasan dampak social climber yang menyayat batinnya, hanya karena sepeda motor yang di pintanya tidak diwujudkan. Remaja ini menggantungkan dirinya dengan tali terikat di leher.

via tribunjabar

Geliat sepeda motor yang menjadi transportasi trend di kalangan remaja, dan keinginan untuk memiliki yang tidak terpenuhi. Menuntunya untuk mengakhiri hidup dengan cara yang tidak terduga. Berbeda dengan Mukhlis, perilaku ini tidak terpuji bagi kesejahterahan yang di damba sebuah negara…

Baca Juga  Tampil Ngotot, Barcelona Berhasil Bantai Deportivo 4-0

Memantau Gaya Hidup Koruptor atau Maling kelas VVIP…

Gaji yang mendekati 20 kali lipat UMR daerah belum seberapa dirasa untuk para koruptor, meski ketentraman yang di dambakan rakyat seperti tidur dalam hunian mewah, kendaraan, aksesoris yang harus berkualitas telah di milikinya. Gaya hidup para pejabatlah indikasi kuat adanya kemewahan yang harus dimiliki.

via tribunmedan

Siapa sangka Aqil Mochtar terpidana korupsi gratifikasi meraup Rp 8 T dalam salah satu proyek di Kalimantan. Perlu anda ketahui, jumlah tersebut 3 kali lipat lebih dari penghasilan Google per-tahun yaitu Rp 2,6 T. Tahukan anda dampak dari adanya yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin?

Menciptakan Sekat-Sekat pada Masyarakat…

Mengenai sekat-sekat yang ada di masyarakat, teringat kita pada jaman kolonialisme yang ingin mengadu domba masyarakat dengan menciptakan sekat. Sekat ini yang menghancurkan kerajaan-kerajaan jaman dahulu karena di adu domba untuk saling berperang, hasilnya, kerajaan runtuh dan Kolonialisme menduduki Nusantara dan seisinya.

via alihamdan

Bukan tidak mungkin sejarah akan terulang jika sekat-sekat itu menjadi sangat banyak, dan di benturkan antara satu dengan yang lainya.

Dampak social climber memang tidak begitu terasa dalam jangka pendek, Bagaimana kelak keadaan saudara kita di masa depan?

Baca Juga  Mengaku Janda, Wanita Cantik Ini Minta Suami Kepada Jokowi

Comments

comments

Advertisement

Pengunjung




MOST POPULAR