Politik & Hukum

Dari Tak Lapor Kekayaan Selama 9 Tahun, Hingga Sering Jual Beli Jabatan. Inilah Fakta Dibalik Penangkapan Romahurmuziy

Penangkapan Romahurmuziy

Jatengpost.com – Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy, membuka berbagai fakta menarik dibalik orang nomor satu di partai berlambang Kakbah ini.

Rommy ditangkap di Surabaya, Jawa Timur. Lokasi penangkapan disebut berada di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Surabaya. Adapun penangkapan Gus Romy, sapaan akrab Roamhurmuziy, terkait jual beli jabatan di Kementerian Agama.

Berikut beberapa fakta terkait penangkapan Romahurmuziy

KPK sudah lama incar Romahurmuziy

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku sudah sejak lama mengincar Romahurmuziy dalam kasus jual beli jabatan.

Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Ketua KPK Agus Rahardjo. Ia mengakui jika lembaganya sudah lama mengincar anggota DPR tersebut. “Sudah lama. Sudah lama (intai Romahurmuziy-red),” kata Agus usai menghadiri diskusi Pemilu Berintegritas Pilih yang Jujur, di Gedung Antikorupsi atau Anti-Corruption Learning Center (ACLC), Jakarta, Jakarta, Jumat (15/3).

Penangkapan Romahurmuziy bermula dari laporan masyarakat

Agus menambahkan, penangkapan Romy bermula dari adanya laporan dari masyarakat. Kemudian dari laporan tersebut, dilakukan verifikasi dan pemeriksaan yang kemudian ditemukan adanya alat bukti permulaan.

Setelah alat bukti lengkap, KPK kemudian mulai membuntuti gerak gerik Romy, hingga akhirnya ia tertangkap di Surabaya.

Romahurmuziy sudah 9 tahun tidak lapor kekayaan

Fakta menarik lainnya, yakni Romahurmuziy merupakan salah satu pejabat negara yang terbukti malas melakukan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara (LHKPN).

Dari situs resmi KPK, Romi diketahui terakhir kali menyerahkan LHKPN pada 19 Maret 2010, atau sekitar sembilan tahun lalu. Saat itu dia masih menjabat sebagai anggota DPR periode 2009-2014.

Berdasarkan data tersebut, Romi memiliki total kekayaan sebanyak Rp11.834.972.656. Kekayaannya terdiri dari harta tidak bergerak dan harta bergerak.

Harta tidak bergerak yang dimiliki anggota Komisi VIII DPR periode 2014-2019 itu, yakni berupa tanah dan bangunan di sejumlah daerah mulai dari Tangerang, Sleman, dan DKI Jakarta. Total nilai harta tidak bergerak milik Romi mencapai Rp2.551.827.000.

Sementara untuk harta bergerak, Romi memiliki alat transportasi, yakni empat unit kendaraan roda empat dan satu unit kendaraan road dua dengan total nilai Rp775.500.000.

Selain itu harga bergerak Romi lainnya berupa perusahaan yakni PT Dugapat Mas senilai Rp1.478.496.000. Kemudian ada juga batu mulia, logam mulia, dan benda bergerak lainnya dengan total nilai Rp425.000.000.

Di samping itu, Romi juga memiliki harta lain dalam berbentuk surat berharga senilai Rp1.154.616.819, giro dan setara kas sejumlah Rp5.284.832.837, serta valuta asing senilai US$51.377.

Meski demikian, dalam LHKPN tahun 2010 ini dia tercatat tidak memiliki utang, namun punya piutang sejumlah Rp164.700.000.

Romahurmuziy diduga bukan pertama kali lakukan jual beli jabatan di Kemenag

Hasil penyidikan yang dilakukan KPK, ada indikasi kuat jika Romahurmuziy sering melakukan jual beli jabatan di lingkungan Kemenag. Artinya, jual beli jabatan di Surabaya bukanlah yang pertama kali dilakukan Gus Romi.

Hal tersebut sebagaimana dijelaskan oleh Juru Bicara KPK Febri Diansyah, ia mengatakan jika transaksi dalam penangkapan itu bukanlah yang pertama kali.

“Jadi kami duga ini bukan transaksi pertama,” ujar Febri di Jakarta, Jumat (15/3).

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua KPK, Agus rahardjo. Ia membenarkan jika Romahurmuziy sering melakukan jual beli jabatan.