Kriminal

Dua Lapas di Jateng Jadi Pengendali Peredaran Narkoba Kelas Kakap

Lapas di Jateng Jadi Pengendali Peredaran Narkoba

Jatengpost.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah berhasil membongkar jaringan pengedar narkotika di wilayah Jateng yang dikendalikan dari dalam Lapas. Setidaknya, ada dua Lapas yang mengendalikan peredaran barang haram itu.

Kedua Lapas tersebut yakni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kedungpane, Semarang, dan Lapas Klaten, Jawa Tengah. Terbongkarnya jaringan pengedar narkotika dari dalam Lapas terkuak setelah BNNP berhasil menangkap beberapa tersangka di pertengahan bulan Februari yang lalu.

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Muhammad Nur, menjelaskan, dua jaringan tersebut ditangkap pada waktu berbeda. Lapas Semarang yang mengendalikan jaringan Jepara ditangkap di wilayah Ngabul, Kabupaten Jepara, pada 13 Februari 2019. Tiga tersangka bernama Jati Wibowo alias Klowor (33), Muhammad Subiantoro alias Ngacir (33), dan seorang narapidana bernama Muzaidin, berhasil ditangkap dengan barang bukti 250 gram sabu dan 342 ekstasi.

Sementara jaringan Klaten ditangkap di exit toll Pejagan, Kabupaten Brebes, 25 Februari 2019. Tersangka bernama Istiawan (35) dan Supraya (41) dikendalikan oleh seorang narapidana di Lapas Klaten bernama Dwi Ardiansyah alias Dian. Barang bukti berupa 2,2 kilogram dalam kemasan teh China ikut disita.

Sementara itu, barang bukti dari kedua penangkapan tersebut yang terdiri dari 2,3 kilogram sabu dan 342 butir pil ekstasi senilai Rp 2 miliar, dimusnahkan BNNP Jawa Tengah.

“Barang bukti ini kami musnahkan setelah ada persetujuan dari kejaksaan dan sesuai ketentuan undang-undang. Sebelumnya kami telah sisihkan untuk uji laboratorium dan pembuktian di persidangan,” ujar Nur didampingi Kabid Brantas BNNP Jawa Tengah AKBP Suprinarto.

Nur mengamini jika wilayah Jawa Tengah merupakan jalur merah peredaran narkotika. Setidaknya sejak Januari hingga Februari 2019 sudah ada dua pengungkapan jaringan pengedar narkotika yang dikendalikan narapidana.

“Sampai saat ini sudah ada tiga kasus. Satu kasus TPPU (tindak pidana pencucian uang) jaringan Sancai, dua kasus peredaran narkotika, yakni jaringan Klaten dan Jepara. Total tersangka ada tujuh orang. Kami masih akan terus mengejar jaringan-jaringan lainnya,” kata Nur.