Connect with us

Sosial

Efek Mengerikan Minum Air Rebusan Pembalut

Published

on

Air Rebusan Pembalut

Efek Mengerikan Minum Air Rebusan Pembalut

Jatengpost.com- Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah baru-baru ini menemukan fakta mengejutkan tentang maraknya penggunaan air rebusan pembalut di kalangan remaja untuk mabuk.

Kepala Bidang Pemberantasan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, AKBP Suprinarto, mengatakan, sudah menemukan kasus tersebut di beberapa daerah. Kebanyakan mereka adalah anak-anak muda yang mendiami wilayah pinggiran kota, seperti Purwodadi, Kudus, Pati, Rembang, serta di Kota Semarang bagian timur.

Dia menyebut, anak-anak yang mulai kencanduan mengonsumsi air rebusan pembalut masih pada usia pelajar yakni 13-16 tahun. Keterbatasan ekonomi menjadi alasan utama bagi anak-anak tersebut, karena tak mampu membeli sabu yang harganya mencapai jutaan rupiah per gram.

“Narkotika ini pada kelompok tertentu mungkin mahal, sehingga pada kelompok masyarakat tertentu bagi anak-anak ini yang masih mencoba terutama anak jalanan, juga pingin seperti itu (mengonsumsi sabu),” kata Suprinarto, Selasa (6/11).

Baca Juga  Mengkhawatirkan, Sejumlah Remaja Jateng Kecanduan Air Rebusan Pembalut

Menurutnya, semula anak-anak jalanan tersebut meggunakan pembalut bekas pakai yang ditemukan di tempat sampah. Namun belakangan mereka mulai beralih ke pembalut baru dengan pertimbangan lebih higienis.

“Dulu mereka kerap mengorek-orek tempat sampah untuk mencari pembalut bekas di tempat-tempat sampah lalu direbus. Tapi kini sudah menggunsakan pembalut baru. Pembalut itu kan ada gelnya yang berfungsi menyerap air (darah haid), itu yang bikin fly. Tapi untuk kandungannya apa di dalam gel itu saya kurang tahu pasti,” terangnya.

Kandungan air rebusan pembalut

Lalu apa sih kandungan yang ada pada pembalut wanita? Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) pada rentang Januari – Maret 2015 pernah melakukan penelitian terhadap produk pembalut dan pantyliner yang beredar di pasaran. Hasilnya hampir semua produk pembalut dan pantyliner yang beredar di pasaran mengandung klorin.

Baca Juga  Puncak Hari Pers Nasional 2018, Pesan Jokowi dan Sepeda Untuk Wartawan

Dikutip dari website resmi YLKI, dalam pengujian itu YLKI menggunakan sampel yang diperoleh dari ritel, dengan menggunakan metode Spektrofotometri.

“Dari hasil pengujian YLKI 9 merek pembalut dan 7 merek pentyliner semua mengandung klorin dengan rentang 5 s/d 55 ppm. Kandungan klor yang paling tinggi (54.73 ppm) pada merek Charm dan pada pantyliner kandungan
klor tertinggi pada merek V Class (14,68 ppm), sedangkan kandungan terendah pada pembalut Softness standard Jumbo Pac (6.05 ppm) dan pantyliner Laurier Active Fit (5.87 ppm).

Efek Mengerikan Minum Air Rebusan Pembalut

Efek Mengerikan Minum Air Rebusan Pembalut

Tidak hanya uji lab kami juga menganalisa label produk pembalut dan pantyliner, data menunjukan sebagian besar (52%) produk tidak mencantumkan komposisi pada kemasan produk dan sebagian besar (57%) produk tidak mencantumkan tanggal daluarsa dan dari hasil pengujian serta analisa label bahwa pembalut dan pantyliner yang berasal dari kertas memiliki kadar klorin lebih tinggi dibandingkan yang berasal dari kapas” demikian hasil pengujian yang disiarkan melalui siaran pers pada 2015 tersebut.

Baca Juga  Dinsos: 70 Ribu Warga Jateng Alami Gangguan Kejiwaan

Tidak hanya klorin, pembalut juga mengandung Sodium Polyacrylate. Sodium Polyacrylate inilah yang bertugas menyerap cairan lebih cepat.

Sodium Polyacrylate lazimnya digunakan pada bahan kosmetik, serta terdapat pada cairan pembersih dan detergen. Sifatnya yang mengikat air ini diklaim menjadi zat terbaik untuk menyerap cairan haid.

Dampak mengerikan mengonsumsi air rebusan pembalut

Mengonsumsi air rebusan pembalut memiliki dampak menimbulkan halusinasi bagi otak. Menurut Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Jawa Tengah, AKBP Suprinarto, efek halusinasi yang ditimbulkan air rebusan pembalut sama dengan efek narkoba dan sabu.

Kabar buruknya, mengonsumsi air rebusan pembalut tidak hanya berakibat sementara, namun berkelanjutan seperti kecanduan. Kandungan bahan kimia yang tidak disarankan untuk dikonsumsi pada pembalut juga bisa merusak organ tubuh dan sistem syaraf bagi penikmatnya.

 

Comments

comments

Advertisement

Pengunjung




MOST POPULAR