Kriminal

Gelapkan Mobil Rental, Seorang Caleg di Brebes Dibekuk Polisi

Caleg di Brebes Dibekuk Polisi

Jatengpost.com- Seorang Caleg di Brebes berinisial JD dan temannya JK ditangkap aparat kepolisian Polres Tegal. Penangkapan keduanya tidak terlepas dari dugaan penggelapan mobil rental oleh Caleg dari Partai Golkar ini.

JD ditangkap saat sedang nongkrong di warung kopi di dekat rumahnya di Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba, Brebes.

Sementara itu, Kapolres Tegal, AKBP Dwi Agus Prianto, membenarkan penangkapan caleg yang juga mantan kepala desa setempat.

“Besok akan kami rilis,” ucapnya ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (18/10).

JD ditangkap jajaran Polsek Tarub Polres Tegal lantaran korbannya merupakan warga Desa Karangjati, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal.

Sementara itu, menanggapi status JD sebagai caleg DPRD, Ketua KPU Brebes, Muamar Riza Pahlevi, menuturkan akan menunggu proses hukum tersangka hingga mempunyai keputusan hukum tetap atau inkracht.

“Jika sudah inkracht sebelum proses pencoblosan pemilu, maka nama yang bersangkutan akan kami coret,” ujar Riza.

Pencoretan yang ia maksud yakni tidak ada foto dan nama yang bersangkutan di dalam surat suara.

Namun, pencoretan yang bersangkutan tidak mengubah nomor urut caleg.

“Misalnya dia nomor urut 6, ya nanti nomor 6 kosong, tidak ada nama dan fotonya. Hal itu tidak merubah nomor urut caleg,” ucapnya.

Kemudian, jika proses hukum ditetapkan setelah proses pencoblosan pileg yang menyatakan bahwa dia bersalah hal itu sudah bukan lagi menjadi ranah KPU.

“Tentu kami hanya mengurus pihak yang masuk DCT caleg. Kalau sudah pencoblosan lalu dia kalah, ya bukan urusan kami lagi. Namun, jika dia menang dan mendapatkan kursi tentunya suara akan diberikan ke caleg nomor urut berikutnya,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Bawaslu Brebes, Wakro, menyatakan akan mendukung langkah KPU yang akan mencoret nama yang bersangkutan jika terlibat kasus hukum dan berkekuatan hukum tetap.

“Nanti dilihat dulu posisi hukumnya ada dimana. Kalau sudah berkekuatan hukum tetap sebelum masa pencoblosan, tentunya akan ada langkah yang harus diambil KPU,” ucapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus penggelapan mobil berawal saat rekan JD, yakni JK merental mobil Toyota Avanza G-9182-RP warna putih selama tiga hari dengan tarif Rp 600 ribu.

Kemudian JK bekerjasama dengan JD menggdaikan mobil tersebut dengan nilai Rp 30 juta. Hasil gadai tersebut dibagi dua. Tersangka JD mendapatkan bagian Rp 5 juta.

Polisi masih mengembangkan kasus tersebut. Dimungkinkan korban JD dan JK tidak hanya warga Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal. (*)