trend

Hati-hati, Terlalu Fanatik Terhadap Capres Bisa Jadi Tanda Alami Gangguan Kejiwaan

Terlalu Fanatik Terhadap Capres

Jatengpost.com – Fanatisme merupakan salah satu sifat yang umum dimiliki oleh manusia. Jika ditempatkan dan dalam porsi yang tepat, fanatisme bisa bersifat positif. Namun, jika fanatisme itu berlebihan, hal tersebut bisa berdampak buruk. Tidak hanya untuk dirinya sendiri, melainkan juga bagi lingkungan dan sekitarnya.

Mungkin kita kerap menemukan berita tentang tawuran antar pendukung sepak bola, atau pendukung partai politik. Hal tersebut terjadi karena adanya rasa fanatik berlebihan yang bisa menimbulkan permasalahan bagi manusia itu sendiri.

Saat fanatik menjadi faktor kerusuhan dan kerusakan dalam tatanan sosial, maka sifat fanatik bukanlah sesuatu yang lumrah, atau manusiawi. Melainkan sifat abnormal yang bisa merugikan manusia.

Melihat hal ini, psikolog klinis, Ayu Pradani Sugiyanto Putri, M.Psi mengatakan bahwa fanatisme terjadi akibat adanya hal yang diyakini secara ekstrem.

“Ketika fanatisme sudah memberikan dampak buruk bagi diri orang tersebut dan mengganggu orang di sekitarnya, hal tersebut sudah dapat dikategorikan sebagai gangguan psikologis,” kata Ayu

Ini karena orang tersebut merasa bahwa perilaku yang mereka tampilkan merupakan perilaku yang tepat.

“Ketika sudah meyakini secara ekstrem suatu hal sebagai sesuatu yang benar, seseorang cenderung mengabaikan informasi yang kontradiktif dengan keyakinannya dan mereka tidak mampu untuk melihat sudut pandang lain dari hal tersebut,” terang psikolog muda tersebut.

Menurut Ayu, keyakinan ekstrem ini nantinya bisa berkembang apabila lingkungan atau kelompoknya memberikan respons yang positif pada perilakunya tersebut.

Fenomena fanatik terhadap calon Presiden

Saat ini, kita tidak akan merasa kesulitan saat mencari fenomena fanatisme. Bahkan, hampir semua orang kini sedang demam fanatik terhadap calon presiden pilihan mereka. Lalu apakah fanatisme terhadap calon presiden juga merupakan tanda gangguan kejiwaan?

Fanatisme bisa dikatakan sebagai gangguan kejiwaan itu bukan dilihat dari apa yang difanatiknya saja, melainkan dampak yang ditimbulkan dari fanatisme tersebut. Artinya, Kamu mau fanatik terhadap klub sepak bola, golongan, ataupun Capres, itu bisa dikatakan sebagai gangguan kejiwaan jika fanatisme mu itu bisa menggangu orang disekitarmu atau lingkunganmu.

Dampak buruk dari gangguan kejiwaan fanatisme berlebihan

Dampak buruk paling nyata dari sikap fanatisme ialah bisa menimbulkan konflik antar golongan. Bahkan, lebih parahnya, kondisi tersebut bisa menimbulkan peperangan.

Kabar buruknya, orang yang mengidap fanatsime tidak menyadari jika dirinya sedang mengalami gangguan kejiwaan. Alhasil, apapun yang ia lakukan ia anggap benar, selagi menurutnya hal itu baik untuk sosok yang dia fanatikkan.

Membuat kabar bohong, menganggap salah semua orang yang berbeda dari golongannya, serta selalu mencari kesalahan orang lain agar dirinya terlihat benar, bisa jadi semua itu ia benarkan akibat rasa fanatik yang berlebihan.