Jadi Kandidat Kawasan Industri, Harga Tanah Wonogiri Selatan Naik 100%

  • Whatsapp
Penampakan Jalur lintas selatan, Wonogiri.

Jatengpost.com – Harga sebidang tanah di kawasan Wonogiri Selatan, sebagai kandidat kawasan industri yang mulai dilirik banyak investor alami kenaikan signifikan.

Sebelumnya, daerah yang memiliki julukan Kota Sukses ini, telah membuka pintu bagi investor untuk masuk kedaerahnya, terutama sektor tambang.

Bacaan Lainnya

Untuk itu, sejumlah industri telah melirik Wonogiri Selatan sebagai potensi, melihat, harga tanah pada daerah ini masih terbilang murah.

Adapun beberapa daerah yang telah menjadi bidikan, yakni Giritontro, Pracimantoro, dan Giriwoyo.

Harga Jual Tanah Wonogiri Selatan

Kepala Desa Puncanganom, Giritontro, Wonogiri, Sukino, menyampaikan adanya kenaikan harga di dekat Jalan Lintas Selatan (JLS) masih Rp 100.000 hingga Rp 200.000 per meter persegi.

Sedangkan tanah di perdesaan atau kawasan hutan berkisar Rp 50.000 hingga 60.000 per meter persegi.

Sedangkan tanah di perdesaan atau kawasan hutan berkisar Rp50.000 hingga Rp60.000 per meter persegi. “Hingga saat ini harga tanah belum terdampak, masih normal. Ada beberapa yang memang mencari tanah di sini. Carinya tanah itu mencapai tiga hektare hingga lima hektare. Namun belum ada kepastian, baru mencari-cari,” katanya, Minggu (21/3/2021).

Menurut Sukino, pihak yang mencari tanah di desa berasal dari berbagai lembaga, pengembang perumahan, dan yayasan. “Kalau untuk industri atau perusahaan belum ada yang mencari ke sini. Namun di desa kami sudah industri peternakan babon petarangan, disewakan,” katanya.

Lanjut Sukino, harga tanah di desannya sebelum adanya pembangunan JLS, berkisar di angka Rp35.000 hingga Rp50.000 per meter persegi.

Kemudian setelah adanya pembangunan JLS, harga naik menjadi Rp100.000 hingga Rp200.000 per meter persegi.

“Dimungkinkan jika di sini menjadi kawasan industri harga tanah bisa naik lagi,” kata Sukino.

Sementara itu, Developer asal Wonogiri, Sugeng Budiyono, menyampaikan harga tanah untuk Wonogiri Selatan, terbilang murah.

“Saya punya tanah di Pracimantoro. Kalau dekat JLS atau jalan raya harganya Rp300.000 per meter persegi, agak masuk sedikit Rp150.000 per meter persegi. Kalau nanti semakin ramai mungkin bisa naik,” katanya, Minggu.

Ia uga mengungkapkan, adanya peluang bisnis proterti yang bakal naik secara signifikan, jika pembangunan kawasan industri berlangsung.

Selain itu, adanya Jalan Lintas Selatan (JLS) yang menghubungkan Pacitan, Wonogiri, dan Wonosari, Gunung Kidul (DIY). Faktor itu yang menjadi alasan utama dari prediksi naiknya harga properti.

JLS merupakan bagian dari berkembangnya perdagangan ruas jalan di daerah selatan Jawa Tengah.

Pos terkait