Connect with us

Olahraga

Kritik Sang “Juru Taktik” Untuk PSSI Usai Gagal Menuju Piala Dunia U-20

Published

on

Jatengpost.com- Kekalahan 2-0 atas Jepang pada laga semi-final AFC 2018 di Stadion Utama Gelora Bung karno, sekaligus memutuskan asa garuda muda untuk berkompetisi dalam perhelatan Piala Dunia U-20 di Polandia. (28/10)

Meski demikian, kekalahan itu cukup diapresiasi oleh sang “juru taktik” Indra Sjafri. Melihat performa selama 90 menit, menurutnya Timnas Indonesia Muda berhasil menyuguhkan permainan kelas Asia, terbukti Jepang sempat kesulitan membobol lini belakang garuda muda dan sempat dibuat kewalahan oleh agresifitas lini depan Indonesia.

Sebelumnya, Egy Maulana dkk berhasil membungkam Taiwan U-19, Uni Emirates U-19, serta kalah tipis datas Qatar U-19. Menurutnya hal tersebut merupakan kemajuan pesat bagi Indonesia U-19.

Baca Juga  Membanggakan, Atlet Asal Jateng Sumbang 21,7 Persen Medali Asian Games 2018

“Dengan berakhirnya pertandingan tadi, saya semakin yakin sepak bola Indonesia tidak tertinggal dengan negara lain,” Tegas Indra Sjafri selepas pertandingan.

Puas dengan peforma Garuda Muda bukan berarti ia melupakan evaluasi untuk perbaikan. Bukan tertuju pada Timnas, evaluasi itu justru menyasar PSSI. Namun, sebelum menyampaikan catatannya, mantan pelatih Bali United itu mengapresiasi perbaikan yang dilakukan oleh PSSI selama ini.

Kritik Untuk PSSI

Indra berharap PSSI segera mengadopsi pembenahan seperti yang dilakukan Jepang. Negeri Matahari itu menargetkan menjadi juara dunia pada 2050, diantaranya untuk mensukseskan itu PSSI Jepang telah mengumpulkan 700 pelatih berlisensi A pro, sedangkan di Indonesia belum ada satu pun pelatih dengan lisensi tersebut, termasuk dirinya.

Baca Juga  Bagas dan Bagus, Si Kembar di Timnas U16 Putra Calon Bintang Asal Magelang

“Jepang ingin juara dunia pada 2050 dan mereka betul-betul lakukan program untuk mencapai tujuan itu,” imbuh pria berkumis itu

Indra juga yakin, apabila sepakbola Indonesia dikelola seperti di Jepang, maka akan jauh lebih baik kualitasnya. Soal kualitas dan kuantitas pelatih serta pemain dan juga pembenahan kompetisi usia muda dalam rangka pembinaan, apa yang dilakukan PSSI saat ini disebutnya sudah ada langkah maju.

“Kalau melihat apa yang kita dan mereka tampilkan, Indonesia akan jauh lebih maju kalau pengelolaan (sepakbola) sama seperti di Jepang,” Timpal Indra Sjafri.

 

 

 

Comments

comments

Advertisement

Pengunjung




MOST POPULAR