Politik & Hukum

Ma’ruf Amin: Saya Kan Orang 212, Ko Tidak Diundang di Acara 212

Jatengpost.com- Cawapres nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin mengaku kecewa dengan perhelatan 212 yang tidak mengundang dirinya. Menurutnya dia punya andil besar terbentuknya kelompok 212 yaitu mengelurkan fatwa.

“Saya kan orang 212, yang mengeluarkan fatwa kan saya, saya kok tidak diundang, berarti 212 kemarin adalah 212 yang lain,” katanya, Jakarta, Minggu, (24/2).

Sebelumnya ia juga sempat memberikan tanggapan gelaran tersebut yaitu sehari sebelum acara. Menurutnya acara itu baik, namun jika menjadikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai kedaraan politik tidak dibenarkan.

“Kalau munajatnya enggak masalah, yang penting jangan jadi kendaraan politik. Dan jangan mempolitisasi MUI,” ujar Ma’ruf di kediamannya, Menteng, Jakarta, Jumat (22/2).

Sebagai Ketua Umum MUI, Ma’ruf mengingatkan untuk menjaga MUI tetap independet termasuk bukan menjadikannya sebagai kendaraan politik.

Komentar soal gelaran Munajat 212 yang dipolopori oleh MUI juga datang dari Wakil Ketua Umum, Zainut Tauhid. Ia mengungkapkan acara tersebut menjurus pada politik praktis dengan mendukung pasangan calon presiden tertentu.

“Politik yang dibangun oleh MUI adalah politik kemuliaan yang berorientasi kepada persatuan, persaudaraan, dan kemaslahatan bangsa dan negara. Bukan politik praktis yang dapat menimbulkan perpecahan, permusuhan dan konflik sesama anak bangsa,” kata Zainul, Sabtu (23/2).

Saat ini acara tersebut dalam penyelidikan Bawaslu terkait tinakan pelanggaran kampanye. Ma’ruf Amin juga membuka suara terkait hal itu.

“Kita serahkan kepada Bawaslu saja. Ada enggak politiknya di situ, ada orasi politik enggak di situ, kalau ada ya politik, kalau tidak ada ya memang murni acara umat,” kata Ma’ruf Amin di Jakarta, Minggu (24/2).