Kriminal

Mendagri; Teror Pembakaran Kendaraan Bermotor di Jateng Terorganisir

Pembakaran Kendaraan Bermotor di Jateng

Jatengpost.com – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebut aksi teror pembakaran sejumlah kendaraan bermotor di wilayah Jawa Tengah merupakan aksi teror yang diorganisir. Meskipun belum diketahui motiivasinya, namun Tjahjo Kumolo meyakini jika pembakaran di Jawa Tengah merupakan teror yang disengaja.

“Ini dilakukan oleh orang-orang yang enggak jelas apa motivasinya, tapi terorganisir. Bisa masuk kategori kelompok organisasi yang gelap. Arahnya merusak suasana, ketenteraman, dan ketertiban,” ucap Tjahjo saat membuka acara Rapat Koordinasi Bidang Kehumasan dan Hukum Seluruh Indonesia oleh Kementerian Dalam Negeri di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin, (11/2).

Tjahjo mengaku sudah mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan aparat penegak hukum daerah untuk melakukan langkah preventif sejak tahun lalu. Namun, dengan adanya kejadian pembakaran mobil yang kian merebak di Jateng, maka ia memerintahkan seluruh aparatur pemerintahan dan penegak hukum daerah kembali menggiatkan kegiatan Kamtibmas.

Setidaknya sampai hari ini, sudah 27 kejadian pembakaran di 4 daerah di Jawa Tengah. Kota Semarang yang terbanyak, yakni 17 kejadian; Kabupaten Kendal 8 pembakaran; Kabupaten Semarang 1 insiden; dan terakhir 1 kejadian di Kabupaten Grobogan. Baca juga: 5 Fakta Teror Pembakaran Kendaraan di Semarang, Pelaku Diduga Sudah Terlatih hingga Tak Ada Kaitan Politik

“Saya yakin ini akan terungkap. Apakah ini inisiatif sendiri, digerakan, atau disuruh orang. Saya kira ini akan terungkap,” kata Mendagri.

Adapun Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko beranggapan bahwa teror tersebut memiliki pola yang sama dengan teror orang gila yang terjadi menjelang Pillada 2018 silam, yaitu untuk membuat isu-isu yang menyerang kubu lawan politik tertentu.

“Sangat mungkin untuk pemanasan. Tapi intinya kita tidak ingin membuat polemik, yang kita inginkan adalah memahami dan mendalami sebagian dengan sebagian lainnya. Seperti apa ini, tujuannya apa, siapa pelakunya dan motifnya yang paling penting,” tambahnya.