Connect with us

Sosial

Mengkhawatirkan, Sejumlah Remaja Jateng Kecanduan Air Rebusan Pembalut

Published

on

Efek Mengerikan Minum Air Rebusan Pembalut

Mengkhawatirkan, Sejumlah Remaja Jateng Kecanduan Air Rebusan Pembalut

Jatengpost.com- Fakta mengejutkan diperoleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah baru-baru ini. Ada trend baru di kalangan remaja jateng yakni mengkonsumsi air rebusan pembalut, untuk merasakan sensasi setelah mengonsumsi narkotika jenis sabu.

Kabid Brantas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah AKBP Suprinarto mengatakan, salah satu hal yang membuat sabu sulit didapat adalah harga belinya. Oleh beberapa pihak, terutama kalangan menengah bawah dinilai mahal.

“Karena mahal itu, muncul alternatif lain. Seperti mengonsumsi jamur telethong (kotoran sapi), lalu nyair. Obat seperti bodrex, tramadol, heximer, komix, obat nyamuk bakar itu, ditumbuk terus diminum sehingga kata mereka menimbulkan efek seperti mengonsumsi sabu,” katanya saat dijumpai di kantornya, Semarang, Senin (5/11).

Baca Juga  Efek Mengerikan Minum Air Rebusan Pembalut

Yang tidak kalah menjijikan, menurut Supri, ada yang menggunakan pembalut bekas untuk mendapatkan sensasi mabuk.

“Jadi, pembalut bekas pakai itu, direndam. Air rebusannya diminum. Yang bikin fly itu kandungan dalam pembalut yang digunakan untuk menyerap air (haid),” ujarnya.

Mabuk air rebusan pembalut sudah fenomena lama

Menanggapi hal ini, Dosen Fakultas Psikologi Universtias Katholik Soegijapranata (Unika) Semarang, Indra Dwi Purnomo, mengatakan, sebenarnya fenomena merebus pembalut ini sudah lama ditemukan di daerah Karawang, Belitung, dan Jogjakarta. Rata-rata pelakunya nekad melakukannya karena sifat dasar manusia yang selalu mengejar kesenangan.

“Pengonsumsi ini kan mayoritas anak jalanan atau mohon maaf dari keluarga kurang mampu. Nah, ketika dalam kondisi tertekan, ingin senang dan karena keterbatasan modal, anak-anak muda ini jadi suka bereksperimen. Mulai dari yang legal-legal dulu dari antimo, lalu komix, akhirnya nyair bahkan minum rebusan softex,” ujarnya.

Baca Juga  Beredar Tiket Kepulangan Habib Rizieq Pada Tanggal 21 Nanti

Psikolog yang konsen di bidang adiksi ini mengungkap, sebenarnya fenomena mengonsumsi pembalut bekas ini tak dilakukan oleh para pemakai sabu pada umumnya.

Banyak dari mereka yang mengaku anti. “Jadi seperti ada kasta, ya sebenarnya latar belakangnya sama. Butuh happy, tapi yang satu (pemakai sabu) punya uang, dan yang nyair dan pembalut tidak. Jadi ini masalah mental juga sampai bisa beralih ke situ,” terangnya.

 

 

 

Comments

comments

Advertisement

Pengunjung




MOST POPULAR