Connect with us

News

Netizen Dunia Ramai Ajak Hapus Aplikasi Facebook, Apa yang Sebenarnya Terjadi

Published

on

Jatengpost.com- Beberapa hari terakhir netizen dunia menyuarakan ajakan kepada pengguna media sosial untuk menghapus aplikasi facebook. Ajakan tersebut dikampanyekan melalui twitter dengan hastag #Deletefacebook.

Tidak hanya netizen biasa, beberapa orang-orang penting di dunia juga melakukan ajakan hapus facebook. Salah satunya yakni pendiri Whatsapp, Brion Acton.

Hastag #Deletefacebook pun dalam beberapa hari menempati posisi tertinggi di perbincangan netizen dunia. Aksi ajakan untuk menghapus aplikasi facebook merupakan buntut dari kasus penjualan data pengguna facebook untuk kepentingan politik. Atau dikenal dengan istilah Skandal Cambridge Analytica.

Skandal Cambridge Analytica sendiri merupakan pelanggaran atas hak privasi pengguna facebook yang dijual untuk kepentingan politik di Amerika.

Investigasi yang dilakukan oleh media massa mingguan Inggris, The Observer menemukan bukti jika konsultan politik di Inggirs, Cambridge Analytica memanen lebih dari 50 juta data pengguna facebook untuk membantu tim kampanye Donald Trump memenangkan pemilihan presiden di tahun 2016 yang lalu.

Baca Juga  PMI Jateng Buka 136 Titik Posko Pertolongan Pertama di Jalur Mudik

Menanggapi hal ini, pendiri sekaligus CEO facebook, Mark Zuckerberg menyatakan permintamaafannya kepada para pengguna facebook.

Dalam sebuah wawancara dengan CNN, Mark menyatakan jika telah terjadi pelanggaran besar tentang kepercayaan yang diberikan pengguna kepada facebook.

“Kami meminta maaf atas apa yang terjadi. Kami punya tanggung jawab untuk melindungi data pengguna,” kata Mark.

Mark pun berjanji jika peristiwa semacam ini tidak akan lagi terjadi kedepannya. Menurut Mark, pihaknya akan lebih hati-hati dalam menjaga data penggunanya. Terlebih beberapa negara dengan pengguna facebook terbesar di dunia tengah melakukan persiapan pemilihan presiden. Seperti Brasil, India, dan beberapa negara lain di dunia.

Sebelum mencuat kasus Skandal Cambridge Analytica, facebook juga sempat ditinggalkan oleh beberapa perusahaan mitra bisnis yang beriklan di facebook, akibat maraknya pemberitaan bohong do facebook.

Baca Juga  Pemprov Jateng Dukung Undang-Undang Perlindungan Pekerja Migran

Comments

comments

Advertisement

Pengunjung




MOST POPULAR