Gaya hidup

Pahami Social Climber, Gangguan Kejiwaan Orang Miskin yang Ingin Terlihat Kaya di Media Sosial

pengertian social climber

Jatengpost.com – Semakin majunya perkembangan zaman, manusia dituntut untuk selalu mengikutinya. Baik mode pakaian, gaya hidup, ataupun perilaku.

Sayangnya, banyak manusia modern yang memaksakan diri mengikuti zaman, padahal dirinya belum mampu untuk berada di posisi itu. Akhirnya, ia akan membohongi dirinya sendiri dan orang lain, jika ia adalah sosok yang pantas berada di posisi sosial tertentu.

Kasus semacam itu tentu kamu sering lihat di media sosial. Dimana orang mulai banyak yang meninggalkan kondisi aslinya, untuk terlihat lebih bergaya dengan pura-pura kaya. Fenomena semacam ini, dalam ilmu Psikologi dikenal dengan istilah Social Climber.

Apa itu Social Climber?

Social Climber merupakan kondisi dimana seseorang terobsesi ingin menaikan status sosialnya dengan cara apapun. Termasuk ia berpura-pura terlihat kaya. Biasanya, mereka yang mengidap penyakit kejiwaan ini, ia suka memamerkan barang-barang mewah di media sosial.

pengertian social climber 2

Namun, kemewahan yang biasanya ia pamerkan di media sosial tidaklah sesuai dengan kehidupannya di dunia nyata. Jadi, jika kamu memiliki teman yang secara ekonomi pas-pasan, tetapi galeri foto di media sosialnya dipenuhi dengan hal-hal hedonis, bisa jadi ia salah satu pengidap gangguan kejiwaan Social climber.

Lalu apakah semua orang yang suka pamer kemewahan di media sosial termasuk pengidap gangguan kejiwaan Social climber? Jawabannya tidak, ada juga mereka yang mengunggah kemewahan di media sosial karena memang pada dasarnya hidupnya sudah mewah. Baik di dunia maya maupun di dunia nyata.

Seberapa bahaya gangguan kejiwaan Social climber bagi pengidapnya?

Gangguan kejiwaan Social climber  memang tidak sama dengan gangguan kejiwaan depresi, stres, atau gila. Secara fikiran ia normal, namun secara mental ia mengalami problem dimana ia tidak bisa menerima kondisinya yang nyata sehingga ia terobsesi berlebihan ingin menaikkan status sosialnya.

Orang-orang pengidap Social climber, biasanya ia tidak menyadari jika dirinya mengalami gangguan kejiwaan. Yang ia rasakan hanya bagaimana dirinya terlihat kaya, dan orang lain mengakui status sosialnya. Meskipun kenyataannya ia tidak sekaya yang terlihat di dunia maya.

pengertian social climber 2

Kabar buruknya, penderita gangguan kejiwaan ini bisa melakukan apa saja hanya agar ia bisa terlihat kaya di mata orang lain. Tentu kamu pernah dengar berita penipuan ribuan jamaah umroh dan haji yang dilakukan oleh First Travel. Sang pemilik dikenal sebagai sosok yang hidup hedonis. Suka jalan-jalan ke luar negeri, pamer rumah dan mobil mewah, dan memiliki koleksi tas mahal yang banyak.

Padahal, semua itu ia dapatkan dari hasil menipu. Kasus First Travel yang menipu ribuan jamaah haji untuk hidup mewah sang owner merupakan contoh dampak buruk Social climber. Hanya ingin terlihat kaya, ia rela melakukan apa saja, bahkan tindakan kriminal seperti penipuan.

Itulah bahayanya gangguan kejiwaan Social climber. ia rela hal-hal yang mungkin dilarang hukum dan agama, hanya untuk mendapatkan pengakuan status sosial.

Tips terhindar dari gangguan kejiwaan Social climber

Sebagaimana diulas di atas. Gangguan kejiwaan Social climber berbeda dengan gangguan kejiwaan seperti depresi, stres atau gila. Dimana sedikit banyak penderitanya mengetahui jika kondisinya bermasalah. Bagi penderita gangguan kejiwaan Social climberpenderita tidak menyadari jika ia mengidap gangguan kejiwaan.

Untuk terhindar dari penyakit gangguan kejiwaan Social climberada beberapa hal yang bisa kamu lakukan. Pertama, kamu perlu menerima kondisi kamu apa adanya. Belajar menerima kondisi diri sendiri juga membuat hidupmu terasa lebih bahagia.

Selain itu, selalu bersyukur juga menjadi hal penting jika kamu ingin terhindar dari gangguan kejiwaan Social climber.  Yang tidak kalah penting, ialah bagaimana kamu bergaul, sebab banyak penderita gangguan kejiwaan Social climber diakibatkan dari pergaulan.