Daerah

Adakan Kuliah Umum Bersama Masyarakat Kendeng, Para Akademisi Nilai Ganjar Pembohong

JatengPost.Com- Sejumlah akademisi yang berasal dari berbagai kampus di Indonesia seperti Universitas Jember, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, dan beberapa Universitas lainnya mengadakan kuliah umum bersama masyarakat pegunungan Kendeng, Rembang, Rabu (4/10/)

Acara yang bertajuk Kuliah Bersama Rakyat dan Konferensi Penyelamatan Pegunungan Kendeng” ini merupakan langkas para akademisi untuk mengawal kasus sengketa lahan yang terjadi di kawasan pegunungan Kendeng, Rembang.

Dalam kegiatan tersebut, para akademisi ini mendesak pemerintahan Joko Widodo agar mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan aktivitas pembangunan pabrik semen di kawasan pegunungan kendeng. Dalam kesempatan tersebut, para akademisi juga menilai banyak kebohongan yang dilakukan oleh Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa tengah dalam menangani kasus Pabrik Semen di wilayahnya.

“Kami saat ini telah secara langsung menyaksikan apa yang terjadi. Ternyata banyak kebohongan yang kasat mata, namun bertolak belakang dengan pernyataan yang disampaikan oleh Gubernur Jateng [Ganjar Pranowo] yang bilang,’kenapa Indocement di Pati tidak ditolakk? Nyata-nyata ini warga konsisten menolak Indocement di Pati. Jika tidak kenapa ada gugatan? Kenapa warga terus melancarkan aksi? Saya kira Gubernur Jateng telah keliru dan menampakkan kebohongan,” ujar pakar hukum tata negara dan hak asasi manusia Universitas Airlangga Surabaya, Herlambang P. Wiratama, yang turut dalam kegiatan itu, dalam siaran pers yang diterima Semarangpos.com, Rabu.

Bukan hanya kebohongan soal penolakan warga Pati, para akademisi juga menemukan kebohongan dalam manipulasi data luas luas Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) di Sukolilo, Pati. Luas data yang dimaksud ialah data yang menjelaskan KBAK dimana pada tahun 2005 terdapat  118,02 km3, namun berubah menjadi 71,80 km3 pada tahun 2014.

Menurut para akademisi yang mengadakan tatap muka langsung bersama para warga Kendeng, dan peninjauan langsung di kawasan Kendeng, adanya perbedaan data tersebut disebabkan tidak dimasukannya bebarapa keberadaan mata air, gua, serta sungai bawah tanah di Pegungungan Kendeng, seperti halnya Gua Pari dan Gua Ronggoboyo.

Selain itu, para akademisi juga mengeluarkan sikap tegas menolak pembangunan Pabrik Semen di kawasan pegunungan Kendeng karena bisa menyebabkan kerusakan alam dan mengganggu kehidupan para petani sekitar kawasan Kendeng.

Mereka juga akan mendesak Pemerintah Joko Widodo untuk menghentikan segala aktivitas pembangunan pabrik semen di Kendeng, dan aktivitas peambangan lainnya yang berada di kawasan tersebut. Lebih jauh, para akademisi menekankan kepada Pemerintahan Joko Widodo belajar dari kasus Kendeng. Agar kejadian serupa tidak terjadi di tempat lain.

Comments (1)

  1. […] Baca juga:  Adakan Kuliah Umum Bersama Masyarakat Kendeng, Para Akademisi Nilai Ganjar Pembohong […]

Comments are closed.