Pembelajaran Tatap Muka di Jateng Jadi Klaster Baru, Ini 3 Fakta Pentingnya!

  • Whatsapp
Pembelajaran Tatap Muka di Jateng Jadi Klaster Baru
Covid-19 hasil tes, ilustrasi.

Jatengpost.comBeberapa daerah di Jawa Tengah sudah memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sejak pekan kemarin. Namun, tidak lama setelah PTM digelar, beberapa klaster kasus Covid-19 di sekolah pun bermunculan.

Berikut beberapa fakta mengenai munculnya klaster sekolah setelah PTM diaktifkan.

Bacaan Lainnya

1. Muncul klaster di Jepara

Setidaknya, sebanyak 25 siswa dan 3guru Madrasah Tsanawiyah, Desa Renggin, Kecamatan Pecangan, Kabupaten Jepara, terkonfirmasi positif Covid-19.

Dari keterangan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jepara Moh Ali, ada 24 siswa MTs tak lolos skrining kesehatan.

Setelah dilakukan tes swab PCR, kata Ali, 18 siswa di antaranya terkonfirmasi positif Covid-19 dan petugas segera lakukan tracing kontak erat.

“Dari tracing kontak itu jumlah kasus positif Covid-19 di MTs Desa Rengging bertambah. Total 25 siswa dan 3 guru positif terpapar virus corona. Ini klaster sekolah,” jelas Ali saat dihubungi Kompas.com melalui ponsel, Rabu (22/9/2021).

2. Klaster di Purbalingga

Sementara itu, PTM di Purbalingga terpaksan dihentikan setelah setidaknya 90 siswa SMPN 4 Maret Purbalingga terkonfirmasi positif Covid-19.

Selain itu, sebanyak 61 siswa SMPN 3 Mrebet Purbalingga juga dinyatakan positif Covid-19. Para siswa tersebut terpaksa menjalani isolasi terpusat di gedung sekolah mulai Selasa (21/9/2021).

3. PTM tetap digelar

Meski memunculkan klaster baru, PTM di berbagai daerah tetap digelar dengan berbagai syarat yang sudah ditentukan. Seperti jumlah siswa dibatasi, lakukan protokol kesehatan, harus berkordinasi dengan satgas Covid-19.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersikap tegas terkait munculnya klaster PTM di sejumlah wilayah itu. Ganjar meminta dengan tegas untuk menghentikan kegiatan PTM yang tak berizin atau belum dilaporkan.

“Yang tidak lapor, bubarkan. Ini menjadi pembelajaran buat kita semua. Seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta, siapapun yang menggelar PTM tolong laporkan agar kami bisa melakukan pengecekan sejak awal,” ujarnya, dilansir dari Antara, Rabu (22/9/2021).

Pos terkait