Pemerintah Terus Buru Utang Anak Soeharto Senilai Rp50 Miliar

  • Whatsapp
Pemerintah Terus Buru Utang Anak Soeharto Senilai Rp50 Miliar

Jatengpost.comUtang anak Soeharto yang dalam hal ini adalah Bambang Trihatmodjo terus diuber oleh pemerintah melalui Kementerian Keuanagan (Kemenkeu).

Perburuan utang tersebut usai gugatan Bambang terhadap Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati ditolak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Bacaan Lainnya

Menurut Direktur Hukum dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Tri Wahyuningsih, proses penagihan berjalan seuai aturan ketentuan Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN).

“Masih berlanjut seperti biasa. Jadi kita melakukan penagihan melalui ketentuan PUPN, jadi proses berjalan seperti biasa. Penagihan kembali!” ungkap Tri dalam bincang virtual bareng DJKN bertajuk ‘Dukungan Aset Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah dan Perekonomian Nasional’, Jumat (30/04/2021).

Sebelumnya, Bambang menggugat Menkeu Sri Mulyani yang mencekal perjalanannya ke luar negeri. Bambang dicekal negara gara-gara masih ada utang yang belum dibayar lunas.

Utang anak Soeharto tersebut bermula saat Bambang menjadi Ketua Konsorsium Mitra Penyelenggara (KMP) Sea Games 1997.

Saat itu, teknis pelaksanaannya dilakukan oleh PT Tata Insani Mukti. Di sisi lain, Presiden Soeharto menggelontorkan uang Rp35 miliar untuk konsorsium tersebut lewat jalur Bantuan Presiden (Banpres).

Meski demikian, Pengacara Bambang, Prisma Wardhana Sasmita menyebut utang kliennya nilai awalnya sekitar Rp35 Miliar saja.

Namun karena ada bunga 5% setiap tahunnya, maka saat ini utang mencapai Rp50 miliar.

“Bunga 5% setahun yang sebenarnya itu talangan yang disebut sebagai utang hingga selesai dilakukan audit keuangan,” ujar Prisma.

Kendati utang anak Soeharto terus diburu negara, namun Bambang merasa tidak bertanggung jawab atas polemik yang munyeret PT Tata Insani Mukti.

Pos terkait