sosok

Perjalanan Hidup Tan Malaka Difilmkan

Jatengpost.com- Tan Malaka, Bapak Republik yang dalam buku-buku sejarah sekolah, namanya tidak sesohor Sokearno dan Mohammad Hatta. Namun sumbangsih pemikirannya bagi bangsa dan negara Indonesia, Sutan Ibrahim Gelar Datuk Sutan Malaka layak menjadi panutan generasi muda Indonesia.

Banyak sekali ide-ide pemikiran Tan Malaka tentang kebangsaan dan kenegaraan yang dijadikan sebagai inspirasi gerakan perjuangan di Indonesia. Namun sayangnya, tidak banyak pemikiran gemilang Tan Malaka diajarkan dibangku-bangku sekolah.

Namun setidaknya para pengagum Tan Malaka bisa sedikit mendapatkan angin segar. Pasalnya, salah satu fase terpenting dalam kehidupan Tan Malaka dalam waktu dekat akan segera diangkat ke dalam film layar lebar.

Film dokumenter berjudul  Tan Malaka Sang Maha Guru merupakan film garapan Daniel Rudi Haryanto, yang menceritakan perjalanan hidup Tan Malaka selama menjadi mahasiswa di Rijks Kweekschool, sekolah guru di Haarlem, Belanda.

Sebagaimana dilansir dalam laman Kediripedia.com, pada awal Maret 2018 yang lalu, film dokumenter ini sudah sampai pada proses editing. Rencananya, film Tan Malaka selama di Belanda akan ditayangkan di beberapa kota besar di Indonesia menjelang 17 Agustus 2018 nanti.

Menurut Daniel Rudi Haryanto, sang sutradara dalam film tersebut mengatakan. Ia hendak menyajikan gambaran tentang Tan Malaka secara visual cinematografi. Sebab, selama ini ia rasa pengenalan terhadap Tan Malaka hanya sebatas melalui buku pemikiran, teater, novel, dan informasi media.

“Saya ingin melengkapi sejarah Tan Malaka lewat karya film,” kata lelaki yang akarab disapa Daniel.

Ide membuat film Tan Malaka sudah mengendap di benak Daniel sejak masih sekolah di bangku SMA. Kesempatan itu terbuka ketika Direktorat Jenderal Kebudayaan mengadakan program Fasilitasi Komunitas Sejarah. Lelaki kelahiran Semarang itu mengajukan proposal pembuatan film Tan Malaka lewat program tersebut dan diterima.

“Nama Tan Malaka jauh lebih besar dibanding Che Guevara, tapi mengapa tidak ada yang pernah membuat film tentang dia,” kata sarjana sinematografi lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) itu.

Masuk IKJ tahun 1998, Rudi sudah bercita-cita membuat film secara mandiri. Ia mengaku, ada dua orang yang sangat didolakannya, yaitu Soe hok gie dan Tan Malaka. Sejak kecil Daniel menggemari pelajaran sejarah.  Buku-buku tentang Soekarno, Pramoedya Ananta Toer, dan Syahrir, dia lahap di usia remaja.

Latar belakang Daniel menggali sejarah Tan, berawal dari kenangan masa kecil yang tak terbayar. Mengeyam pendidikan di bangku sekolah menengah pertama, ia penasaran pada sosok Tan Malaka yang tak terjelaskan secara lengkap pada uraian-uraian di buku sejarah. Dalam pelajaran sejarah di sekolah, sosok Tan Malaka tidak digambarkan utuh.

“Itu benar-benar membuat saya penasaran sekaligus sedih. Kenapa dengan orang ini,” ujar Daniel.