Perjalanan Horor Driver Ojol, Antar Hantu Cindy dari Bandung ke Subang

  • Whatsapp
Perjalanan Horor Driver Ojol, Antar Hantu Cindy dari Bandung ke Subang

Jatengpost.comSebuah kisah horor yang dialami salah seorang driver ojol mendadak ramai diperbincangkan setelah dalam akun YouTube Jurnal Risa terdapat komentar yang menceritakan kejadian tersebut.

Perjalanan Horor Driver Ojol, Antar Hantu Cindy dari Bandung ke Subang
Kolom komentar di akun YouTube Jurnal Risa

Jurnal Risa sendiri adalah sebuah akun YouTube dengan konten spesialis cerita-cerita mistis dan dipandu oleh Risa Saraswati.

Bacaan Lainnya

Dialah Icang, driver ojol yang mengalami peristiwa horor mengantar penumpang yang tak lain adalah hantu, dari Bandung ke Subang.

Icang mengisahkan pengalamannya tersebut setelah ditemui oleh tim Jurnal Risa.

Dengan antusias, Icang bercerita bahwa pada suatu malam, tepatnya malam Jumat, ia tengah bekerja seperti biasa.

Saat itu, jalanan masih basah lantaran hujan membasahi kota dan ia sedang berhenti di sebuah lampu merah.

Tiba-tiba datanglah seorang driver ojol lain yang tidak Icang kenal sedang tergopoh-gopoh mengangkut seorang perempuan.

Belakangan, driver ojol tersebut diketahui namanya adalah Hadi.

“Tolong dong, ini penumpang saya anterin ke Subang, dilanjutin ya motor saya udah nggak kuat,” kata Hadi.

Sebagai bentuk solidaritas sesama driver ojol, Icang pun setuju untuk mengantar perempuan tersebut dengan beberapa kesepakatan seperti ongkos pulang-pergi dari Bandung ke Subang.

Negosiasi selesai, dan Icang pun berkenalan dengan perempuan tersebut, Cindy namanya.

“Yang saya ingat, Cindy itu pegang HP. Entah ngobrol apa sama drivernya, driver yang pertama tadi (Hadi-red). Kelihatannya bukan HP jaman sekarang, cuma polyphonix gitu,” ungkap Icang.

Tatkala di perjalanan, Cindy dan Icang terus berbincang soal berbagai macam hal. Menurut Icang, Cindy adalah anak bikers sehingga ia ngotot ingin menyetir motornya Icang.

Hal aneh pun satu demi satu Icang rasakan. Sepanjang perjalanan, orang-orang memperhatikan mereka dengan tatapan yang ganjil.

Sebagai anak bikers, Cindy terus-terusan ngeyel agar ia saja yang menyetir motor.

Akhirnya, Icang mengizinkan Cindy yang nyetir meski ia sedikit takut khawatir kalau saja penumpangnya itu anggota begal yang menyasar driver ojol.

Dalam keadaan mengendarai motor, Cindy berujar, “Ada anak kucing mati. Kalau saya bawa sapu tangan, saya kuburin.”

Kemudian Cindy pun memberi tahu pada Icang saat mereka melalui sebuah tanjakan agar membunyikan klakson.

“Gini a’, kalau lewat sini harus bunyiin klakson, kalau nggak ya buang puntung,” kata Cindy.

Di tengah perjalanan itu pula Cindy mengaku kalau dirinya adalah crew dari Jurnal Risa. Tidak hanya itu, Cindy bahkan sempat menawarkan pada Icang untuk bekerja menjadi bagian dari Jurnal Risa.

Tidak terasa, mereka sudah sampai di Subang dan berhenti di sebuah gang.

“Itu rumah saya, paling ujung banget,” kata Cindy.

Cindy berpesan agar Icang tidak ikut ke rumahnya karena takut ia dimarahi orang tuanya jika mereka tahu kalau Cindy baru saja bawa motor.

Keganjilan lain pun muncul. Cindy tidak kunjung kembali sampai pukul 22.30 malam. Karena penasaran, Icang lantas menyusuri gang menuju rumah yang ditunjuk oleh Cindy.

Betapa terkejutnya Icang sesampainya di depan rumah yang Cindy maksud. Rumah itu kosong, kotor, tanpa penerangan dan benar-benar tidak ada kehidupan.

Icang kemudian bertanya ke sejumlah warga sekitar menanyakan keberadaan Cindy. Namun, dari semua warga sekitar yang ditanya, tidak ada satu pun yang mengenal Cindy.

Merasa hasilnya nihil, Icang pun lalu meminta bantuan dari kawan-kawan driver ojol di Subang meski malam semakin larut. Icang yang sudah mulai lelah dan mulai sadar kalau Cindy bukan orang sembarangan memutuskan untuk pulang kembali ke Bandung.

Keesokan harinya saat di Bandung itulah, Icang mendapat pesan via WhatsApp dari kawan driver ojol Subang yang sempat menemaninya mencari Cindy.

“Kang, ini saya Kubay yang semalam sama akang ngebantu akang. Sing ridho, sing ikhlas. Mudah-mudahan rezekinya lancar. Yang akang semalem bawa itu (Cindy-red), sudah meninggal 4 tahun yang lalu,” tandas Icang.

Pos terkait