Politik & Hukum

Perubahan Visi-Misi Ditolak, BPN: Hakikatnya Nggak Berubah Prinsip

Jatengpost.com – Perubahan atau revisi visi-misi yang diajukan ke KPU oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ditolak. Namun menurut tim BPN hal tersebut bukanlah masalah, sebab perubahan itu hanya penjaman visi-misi. Supaya mudah dicerna oleh masyarakat, juga tidak ada perubahan yang bersifat prinsip atau nilai fundamental dari visi misi.

“Nggak apa-apa. Menurut saya sih pada hakikatnya kan nggak perubahan prinsip. Hanya penajaman dan lebih fokus lagi. Jadi kalau tidak diterima bukan berarti visi-misi berubah,” kata Wakil Ketua Dewan Penasihat BPN Prabowo-Sandi, Hidayat Bur Wahid, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Adapun alasan KPU menolak perubahan tersebut karena visi-misi merupakan salah satu dokumen yang menjadi persyaratan pendaftaran capres-cawapres. Sehingga dokumen visi-misi dan program kandidat tidak dapat dirubah.

Namun, Danhil Azhar selaku jubir BPN membeberkan perubahan visi-misi yaitu hanya meliputi editing bahasa, penajaman aksi yang mendetail, serta nilai estetika suapaya mudah dipahami.

“Pertama, ada editing dalam tata bahasa supaya mudah dipahami masyarakat. Kedua, ada tambahan-tambahan di aksi dan program supaya lebih detail, supaya masyarakat bisa mendapatkan pesan yang lebih konkret,” sampai Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Danhil Anzar.

“Ketiga, ya desain supaya lebih eye catching, suapaya ada nilai estetikanya. Jadi kita dorong estetika dan konten,” lanjut Danhil.

Dituturkan pula, perbaikan visi-misi dilakukan bukan untuk Prabowo-Sandi melainkan untuk kebaikan rakyat, tutup tim BPN.

“Tidak diterima KPU nggak apa-apa, karena kita buat visi-misi bukan buat KPU, tapi buat rakyat,” kata Jubir BPN Andre Rosiade.