Politik & Hukum

Meraba Pindahnya Dukungan Elit ke Jokowi Untuk Pilpres 2019

Jatengpost.com- Selesainya Pilkada serentak 2018 tak lantas membuat kontestasi politik Indonesia mendingin. Menjelang dibukanya pendaftaran Pilpres di Agustus nanti, langkah-langkah mengejutkan justru dilakukan oleh para elit politik.

TGB Zainul Majdi misalnya, setelah selesai dengan 2 periode melayani Nusa Tenggara Barat. Ia menentukan sikap dengan mendukung Jokowi lanjut 2 periode. Sikap yang di ambil TGB sungguh bertentangan dengan Demokrat selaku partai pengusungnya. Sebagaimana diketahui, Partai Demokrat sendiri  sempat mewacanakan membuka poros ke-3 dengan AHY dan TGB.

Keputusan TGB mendukung Jokowi juga bertentangan dengan rencana GNPF dan alumni 212 yang memasukkan namanya dalam bursa Cawapres versi mereka.  Alasan keberpihakan TGB ke Jokowi karena ia menganggap Jokowi tidak cukup membangun Indonesia hanya satu periode.

“Untuk NTB saja saya butuh dua periode untuk membangun, maka selayaknya dan tepat untuk Pak Jokowi meneruskan dua periode,” ujar TGB usai pengajian di Masjid Istiqlal Jakarta, Ahad 8 Juli 2018.

Menurut TBG, apa yang ia putuskan merupakan hasil pertimbangan beberapa aspek, khususnya mencakup kepentingan bangsa dan umat.

“Dukungan saya berbasis pertimbangan kemaslahatan bangsa, umat, dan akal sehat,” kata TGB kepada Selasa (10/7/2018).

Selain TGB mencuat pula nama Mahfudz MD. Sempat menjadi ketua pemenangan Prabowo-Hatta pada pilpres lalu Mahfud MD kini justru secara terang-terangan mendukung Jokowi untuk peridoe kedua. Dirinya mengaku tak ingin lagi bersama mendukung Prabowo untuk Pilpres mendatang. Alasan ini ia sebut tak selarasnya lagi tujuan politik antara keduanya.

Tokoh lain yang merapat ke kubu Jokowi ialah Ketua Umum PPP, Romahurmuzy. Pada tahun 2014 yang lalu, Gus Romy, panggilan akrab Romahurmuzzy sempat menjadi ketua tim kampanye Prabowo-Hatta. Namun menjelang Pilpres 2019, Gus Romy kini kian dekat dengan kubu Jokowi.

Keputusan yang diambil Gus Romy merupakan hasil Muktamar PPP pada tahun 2017 yang lalu. Sikap politik PPP tidak terlepas dari elektabilitas dan kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi yang cukup tinggi, yakni hampir menyentuh angka 70%.

“Kita melihat perubahan Pak Jokowi sangatlah nyata. Lembaga pemikir di tingkat nasional yang cukup terkemuka bahwa persepsi rakyat untuk kepemimpinan Jokowi mencapai 68 persen,” kata Romi

Deretan nama-nama ini hanya secuil dari pindahnya dukungan ke Jokowi untuk Pilpres berikutnya. Adapula beberapa nama lain diantaranya ada Ali Muchtar Ngabalin, Idrus Marham, dan Mohammad Nuruzzaman Sekjen Gerindra yang mengundurkan diri karena mendukung Jokowi.