NewsPolitik & Hukum

Relawan Bakal Deklarasikan Gatot Nurmantyo Sebagai Capres 2019

Jatengpost.com- Pendukung Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang tergabung dalam Relawan Selendang Putih Nusantara, dikabarkan akan mendeklarasikan Gatot Nurmantyio sebagai calon presiden pada pemilihan presiden 2019.

Kabar akan dideklarasikannya Gatot sebagai calon presiden di Pilpres 2019 diungkapkan langsung oleh Ketua Relawan Selendang Putih Nusantara, Rama Yumath. Menurut Rama, deklarasi tersebut akan dilakukan akhir April tahun ini setelah Gatot resmi pensiun dari TNI.

Meskipun demikian, Rama menambahkan pihaknya belum memastikan secara persis tanggal dan tempat deklarasi itu akan dilakukan.  “Setelah (Gatot) pensiun, kami akan bahas deklarasi secepatnya dan kami integrasikan,” kata Rama

Rama menambahkan, saat ini pihaknya masih mencoba melakukan pendekatan ke beberapa partai politik guna meraup dukungan pencalonan Gatot.

“Dua partai yang sudah berkomunikasi adalah PKS dan PAN. Dalam waktu dekat ini akan bertemu Demokrat dan PKB,” ujarnya.

Saat dimintai konfirmasi, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan pihaknya memiliki hubungan yang baik dengan Gatot. “PKS akan memusyawarahkan semua kandidat,” ujarnya. Sementara Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno enggan berkomentar soal pertemuan tersebut.

Gatot Nurmantyo sebelumnya belum mau membicarakan peluangnya berlaga di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019 kendati telah melepaskan jabatan sebagai panglima. Gatot mengatakan masih berstatus sebagai tentara aktif sehingga tidak dapat melakukan politik praktis.

“Persiapan saya.. Saya masih tentara. Tentara itu enggak boleh politik praktis ya. Kalau membicarakan persiapan begini begitu besoknya bisa ditegur,” ujar Gatot saat ditanyai mengenai persiapannya menghadapi kontes pemilihan presiden 2019 di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, Sabtu, 3 Maret 2018.

Gatot Nurmantyo merupakan mantan Panglima TNI yang menjabat selama dua tahun, dari 8 Juli 2015 hingga 8 Desember 2017. Pada 4 Desember 2017, Presiden Joko Widodo mengirimkan surat permohonan persetujuan pemberhentian dengan hormat Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan pengangkatan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima TNI ke DPR RI.