Connect with us

sosok

Sastrawan NH Dini: Selagi Ingatan Masih Kuat, Bertekad Terus Menulis Sampai Akhir Hayat

Published

on

Jatengpost.com- Selamat jalan Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin, dirimu akrab kami kenang dengan nama NH Dini. Kesastraan dalam dirimu akan terus melekat seabadi karya-karyamu yang saat ini bersama dengan kami.

Seperti kami tahu, bakat kepenulisanmu muncul sejak di bangku SD dengan buku-buku pelajaran yang penuh catatan keluh kesah. Terus saja berjalan sampai Ayahanda meninggalkan kau saat duduk dibangku SMP.

Sastrawan NH Dini

Dongeng-dongeng malam yang selalu ibunda bacakan membuatmu tumbuh menjadi pribadi yang banyak bercerita, kebiasaanmu membaca berkat sang ayah, pun tumbuh dari rasa penasaranmu pada buku-buku. Seperti yang dikenalkan oleh ayahanda, seorang penulis bernama Rabindranath Tagore, dengan karya yang mengesankan menurutmu Surat Dari Raja. Buku-buku terbitan Balai Pustaka karya pengarang-pengarang kita seperti, Suman Hs, Marah Rusli, Selasih, Amir Hamzah, bahkan kemudian pengarang-pengarang lain yang muncul pada zaman mendekati pendudukan Jepang.

Baca Juga  Belajar dari Si Gimbal, Pendiri Sanggar Seni di Purbalingga

Teringat dengan pernyataan yang di kutip dari suatu literasi. “Jika pada akhirnya menjadi penulis, itu karena kegemaranku bercerita, membaca, dan mengukukur kemampuan.”

Saat SMP, NH banyak mengisi mading-mading sekolah, dengan puisi, prosa, maupun sajak. Tulisan-tulisan itu makin menumpuk, semakin banyak. Total 20 buku tercipta dari gerakan tangan semasa hidup dengan beberapa penghargaan nasional maupun internasional.

Kini kau telah berpulang dengan kecelakaan nahas yang tidak menduga itu akan terjadi, truk yang mengalami kendala mesin berhenti sejenak. Diperbaiki, lalu berjalan kembali, harusnya truk berjalan maju, tetapi mesin itu masih bermasalah, ia berjalan mundur karena jalan yang menanjak lalu mengarah ke mobil Avanza yang di dalamnya ada dirimu.

Baca Juga  Teman-teman, Apakah Kita Masih Mengingat Kepada Kanjeng Sunan Kalijaga?

Sesampainya di IGD pukul 16:30 WIB kau berpamit dan seluruh nusantara dan dunia pasti menghening mendengar kabar ini. Selamat jalan perempuan pejuang feminisme kelahiran Semarang, 29 Febuari 1936. Penulis 3 zaman, orde lama, orde baru, dan reformasi.

Sastrawan NH Dini tanggal lahirmu unik, jadi ulang tahunya setiap 4 tahun sekali sewaktu tahun kabisat.

 

 

Comments

comments

Advertisement

Pengunjung




MOST POPULAR