Sejarah

Sejarah Mardiyah, Perempuan Terkaya Di Tegal yang Namanya Kekal Banyak Dikenal

Mardiyah

Jatengpost.com – Bagi masyarakat Kabupaten Tegal, Kota Tegal, dan Kabupaten Brebes, nama Mardiyah cukup familiar di telinga masyarakat. Terlebih jika sedang membicarakan persoalan keuangan, harta, atau kekayaan, maka dalam obrolan sering keluar nama Mardiyah.

Bahkan, nama Mardiyah sering dijadikan ikon kekayaan yang melimpah. Jadi, tidak heran jika ada orang yang menghayal ingin membeli barang mewah, biasanya ia akan dibully dengan perkataan “Duite Mardiyah!”. Yang artinya ia tidak akan mampu beli kecuali dengan uang atau hartanya Mardiyah yang begitu melimpah.

Orang yang memiliki kekayaan selalu tercatat dalam sejarah. Bahkan, dalam kisah di ajaran Islam, sosok Fir’aun, Qorun, dan Nabi Sulaiman diceritakan sebagai sosok yang kaya raya. Mungkin, Bill Gates, Mark Zuckerberg dan Mardiyah pun pantas untuk masuk kedalam sejarah tokoh terkaya di eranya.

Siapa sih Mardiyah yang terkenal kaya itu?

Dari beberapa literatur yang berkembang di masyarakat Tegal, banyak versi yang mencoba menjelaskan tentang asal usul dan sejarah dari sosok Mardiyah. Salah satu versi yang berkembang mengatakan, Mardiyah merupakan sosok perempuan kaya raya yang hidup di era 70an (versi lain mengatakan lahir pada 1908).

Konon Mardiyah memiliki adik bernama  Zainnudin Yasin, Zainurridho, Kapsah dan A. Wahid. Hidup dan meninggal di Desa Bandasari Kec. Dukuhturi Kab. Tegal. Dimakamkan di pemakaman umum Kemasanijo Bandasari Kec. Dukuhturi Kab. Tegal.

Wanita dengan Kekayaan yang Melimpah

Mardiyah dikenal sampai saat ini sebagai sosok yang memiliki kekayaan melimpah di zamannya. Bahkan, konon Mardiyah memiliki beberapa hotel dan kapal untuk memberangkatkan jemaah haji kala itu.

Tidak hanya itu, Mardiyah juga memiliki sebuah hotel di Makkah. Kekayaan yang melimpah inilah yang membuat nama Mardiyah kini menjadi ikon kekayaan bagi masyarakat Tegal dan sekitarnya.

Mardiyah sendiri memiliki sosok tubuh agak kurus kecil kulit sawo matang namun tiap hari selalu memakai perhiasaan emas yang full (penuh) sekujur tubuhnya.

Peninggalan Kekayaan Mardiyah Saat Ini

Saat ini, kekayaan Mardiyah banyak berlaih tangan ke orang lain. Salah satu peninggalannya berada di Desa Bandasari dimana Ia tinggal yakni bangunan rumah megah tua yang sekarang di miliki H. Waluyo. Dan bangunan rumah tua megah selatan bekas bioskop Pelangi Pagongan namun sudah terbelah – belah karena sudah dibeli oleh banyak orang.

Termasuk yang sekarang untuk toko emas Sinar Cantik. Bangunan rumah tua megah itu banyak sekali kamar – kamarnya. Dulu kalau aktris ibu kota tempo dulu ke Tegal hampir selalu menginap di sana ketika era tahun 1970 an.

Sampai sekarang barang peninggalan emas Mardiah yang beratnya paling kecil 25 gram yang sempat dibagikan kepada adik – adiknya masih menjadi perburuan dan menjadi persoalan. Yang tengah dicari sekarang dan diyakini masih ada dan digadai oleh Canggah (dari adik Mardiah) yaitu cicin bertabur berlian diatasnya, cicin berlian model elizabeth dan gelang emas ular naga bertabur berlian.

Mardiah bangkrut karena anak laki-lakinya memiliki hobi berganti-ganti wanita dan rata-rata wanita yang bersamanya matre. Ditambah lagi suaminya Mardiah juga menikah kembali dengan Fatma. Akibat kakaknya dimadu seluruh adik-adik Mardiah sudah mulai menjauh dari Sidiq (suami Mardiah) hingga meninggalpun tidak ada yang menengok karena sakit hati kakaknya dimadu. Akhirnya Mardiah sakit meninggal dan bangkrut.

Silsilah Keluarga Mardiyah

Marfuah bersuamikan Yasin memiliki anak : Mardiah, Zanuddin Yasin, Zainurridho, Kapsah, A. Wahid.
Mardiah bersuamikan Sidiq memiliki anak: Anwar, Sobirin, Harun, Ahmad, Sikho.
Anak pertama Madiah yang bernama Anawar memilki anak Saifuddin (cucu Mardiah) dosen Universitas Muhammadiyah Semarang dan seorang penulis.
Anak, Putu, Buyut, Canggah, Wareng dan udheg-udheg dari Mardiah hidup di Jakarta, Semarang, Gersik dan Surabaya.
Anak Mardiah yang masih hidup tinggal satu yakni Sikho di Gersik Jawa Timur.

Namun anak, putu, buyut, wareng dan udheg – udheg dari adiknya Mardiah masih banyak hidup di Tegal seperti Di wilayah Kecamatan Adiwerna, Dukuhturi, Talang dan lain-lain.

Nama Mardiyah kekal Dikenal

Sepertinya nama Mardiyah sudah menjadi bahasa ibu untuk menterjemahkan kekayaan yang melimpah. Hal tersebut menjadi bukti jika Mardiyah tidak bisa dilepaskan dari masyarakat Tegal. Bahkan, untuk mengenang nama yang fenomenal itu, masyarakat Tegal mengangkatnya menjadi sebuah film pendek.