Kriminal

Selama 2018, Setiap 55 Menit Terdapat 1 Kejahatan di Jawa Tengah

kejahatan di jawa tengah 2018

Jatengpost.com – Sepanjang tahun 2018, Kepolisian Daerah Jawa Tengah telah menangani kasus kejahatan sebanyak 9.412 kasus. Jika dirata-rata, maka setiap 55 menit terdapat satu kejahatan yang terjadi di wilayah hukum Jawa Tengah.

Meskipun demikian, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono menyatakan jumlah kejahatan di wilayah hukumnya mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Hal itu disampaikan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono. Lulusan Akpol 1984 ini membeberkan, tahun lalu jumlah kejahatan tertangani tercatat sebanyak 11.420 kasus. Dengan kata lain turun 17,6 persen dibanding tahun kemarin.

“Selang waktu kejahatan juga mengalami penurunan dari sebelumnya 46 menit 9 detik melambat menjadi 55 menit 51 detik tahun ini,” kata Condro di Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Senin (31/12).

Untuk penyelesaian kejahatan, tahun 2017 8.489 kasus dan tahun ini menurun 18,2 persen menjadi 6.942 kasus dari 9.412 kasus. Kapolda menjelaskan, tiga kejahatan yang terbanyak yaitu pencurian disertai pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dan narkoba.

“Untuk curat ada penurunan 18 persen dari tahun lalu. Curanmor juga menurun 37,3 persen. Untuk narkoba naik 8 persen,” terang Condro.

Dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, tercatat ada 4 kasus kejahatan menonjol yaitu penangkapan begal yang beraksi dan meresahkan warga Pantura. Kemudian ada juga pengungkapan kasus perusakan Gereja, Kantor NU, dan Kantor PDIP di Magelang.

Selain itu ada juga penipuan dengan kerugian sekitar Rp 1,3 miliar dengan modus mengaku sebagai keturunan Keraton Yogyakarta kemudian mengiming-imingi korban dengan hibah fiktif dengan syarat memberikan uang administratif. Kasus itu diungkap akhir Oktober lalu.

“Kasus yang mendominasi masih kejahatan konvensional,” tegasnya.