Connect with us

Politik & Hukum

Miris, dalam Setahun Ada 12 Kasus Korupsi di Brebes, Uang 22 Miliar Diamankan

Published

on

Setahun Ada 12 Kasus Korupsi di Brebes

Jatengpost.com- Brebes menjadi salah satu Kabupaten dengan tingkat korupsi tertinggi di Jawa Tengah. Pasalnya, dalam setahun ini saja, sudah ada 12 kasus korupsi yang terungkap.

Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh Kasi Pidsus Kejari Brebes, Arie Chandra Dinata Noor, sebagaimana dilansir dalam Radartegal.com.

“Selama 2018 ini ada 12 kasus yang kita tangani. Di antaranya empat kasus dalam tahap penyelidikan, dua kasus penyidikan, dan enam kasus dalam proses tuntutan,” ujar Arie.

Kasus korupsi di Brebes pun terdapat di beberapa sektor. Mulai dari penyelewengan dana desa, korupsi pada Bantuan Operasional Sekolah (BOS), sampai pengadaan alat berat.

Mirisnya, salah satu kasus yang sedang ditangani oleh Kejari Brebes juga melibatkan seorang pejabat eselon II Pemkab Brebes. Yakni, pada kasus dugaan korupsi bantuan alat berat.

Baca Juga  Ketum PPP Romahurmuziy Mangkir Pemanggilan KPK

Selain itu, sepanjang tahun 2018 ini, Kejari Brebes berhasil menyelamatkan kerugian uang negara sebesar Rp2.278.809.000.

Di mana, uang tersebut berasal dari kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMK Kerabat Kita Bumiayu sebesar Rp2,053 miliar lebih, dan kasus dugaan korupsi pengadaan bibit bawang merah sebesar Rp225.500.000. Kedua kasus itu kini prosesnya masuk dalam penuntutan.

Kasus lainnya yang dalam proses penuntutan di antaranya dugaan korupsi bantuan alat berat dan dugaan korupsi pengelolaan dana Desa Cipelem Kecamatan Bulakamba.

“Total ada enam terdakwa. Kasus bibit bawang ini ada 2 orang terdakwa. Kemudian, kasus bantuan alat berat 1 terdakwa, kasus dana bos 2 terdakwa dan pengelolaan dana desa 1 terdakwa,” papar Arie.

Baca Juga  DPRD Jateng Gandeng Perempuan Untuk Terjun dan Aktif di Politik

Diungkapkannya, pengembalian kerugian negara yang dilakukan oleh para terdakwa tidak akan menghentikan kasus yang tengah diproses.

Pengembalian uang kerugian negera tersebut hanya akan membantu terdakwa dalam proses penuntutan dan akan menjadi pertimbangan jaksa penuntut umum (JPU) serta hakim dalam persidangan.

“Jadi tidak akan menghentikan proses,” tegasnya.

Selain kasus di atas, pihaknya juga menangani sebanyak 5 orang terdakwa yang masuk tahap eksekusi. Yakni, dua orang kepala desa (kades) dalam kasus sertifikat prona, seorang sekretaris desa (sekdes) dalam kasus tanah bengkok, satu pengurus kelompok ternak, dan Seorang Kades kasus dana desa.

“Semuanya sudah dieksekusi. Sebagian ada yang kita serahkan ke Semarang dan sebagian di Brebes,” sambungnya.

Baca Juga  Relawan Pemuda Semarang Dukung TGB Maju Pilpres

Dia menambahkan, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab munculnya tidak pidanan korupsi yang di jajaran pemerintahan, baik di tingkat desa maupun kabupaten. Yakni, faktor regulasi dan faktor manusia atau oknum pejabatnya.

Faktor regulasi menjadi penyebab akibat adanya regulasi yang tidak jelas. Sedangkan faktor manusia muncul, karena terkadang oknum pejabat di Pemkab Brebes atau aparatur desa memanfaatkan celah aturan yang ada.

“Sebagai penegak hukum, kami berharap kasus yang menjerat beberapa orang ini bisa menjadi pelajaran agar pejabat publik tidak menyalahgunakan wewenangan yang dimiliki. Sehingga tidak ada lagi kasus korupsi di Brebes,” pungkasnya.

 

 

Sumber; Radartegal.com

Comments

comments

Advertisement

Pengunjung




MOST POPULAR