Connect with us

Daerah

Soal Pinjaman Daerah Sebesar Rp 95 M, DPRD Brebes Belum Menemukan Kesepakatan

Published

on

dana pinjaman pemda brebes

Soal Pinjaman Daerah Sebesar Rp 95 M, DPRD Brebes Belum Menemukan Kesepakatan

Jatengpost.com – Untuk kedua kalinya, rapat paripurna dengan agenda pengambilan keputusan rencana pinjaman daerah Rp 95 miliar yang diusulkan Pemkab Brebes, kembali mengalami penundaan.

Penundaan tersebut terjadi karena belum ada titi temu antar fraksi di DPRD, Brebes untuk memutuskan rencana pinjaman yang akan digunakan untuk membangun dan mengembangkan infrastruktur dua rumah sakit.

Seharusnya, sesuai jadwal, rapat paripurna dilaksanakan Senin (5/11). Rapat paripurna ini juga akan membahas tentang pengambilan keputusan atas persetujuan DPRD terhadap pembentukan daerah otonomi baru Kabupaten Brebes selatan.

Penundaan rapat persetujuan itu sudah mundur dua kali. Pada rapat paripurna Kamis (1/11/2018), peserta rapat tidak kuorum, separuh lebih anggota dewan tidak hadir dalam ruang sidang.

Baca Juga  Di Jateng, Panwas Pilkada Diduga Hanya Jadi Pekerjaan Sambilan

Puluhan anggota DPRD Brebes diketahui tidak hadir dalam rapat paripurna tersebut karena alasan yang tidak jelas.

Namun ada informasi puluhan anggota DPRD tidak menghadiri rapat paripurna karena mereka menolak terhadap rencana Pemkab Brebes melakukan pinjaman daerah ke bank.

Ketua DPRD Brebes, Illia Amin menjelaskan, penundaan rapat paripurna dengan agenda pengambilan keputusan terkait pinjaman daerah kali ini, atas permintaan fraksi- fraksi.

“Semua fraksi sepakat untuk meminta rapat internal dulu untuk membahas format pinjaman. Makanya, saya kasih kesempatan,” kata Illia.

Ia mengatakan batas akhir persetujuan rencana pinjaman daerah itu hingga perumusan APBD atau akhir November ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lingkungan dewan, dua dari delapan fraksi yang ada, Fraksi Demokrat dan PAN secara tegas bersikap menolak terhadap pinjaman daerah tersebut.

Baca Juga  Sudirman Said-Ida Fauziyah Akan Lakukan Evaluasi Pelaksanaan Lima Hari Sekolah

Kemudian, Fraksi PDIP dan PKB menyatakan setuju dan mendukung atas rencana Pemkab Brebes tersebut.

Sedangkan empat fraksi lainnya, Fraksi Gerindra, Golkar, PKS dan PPP-Hanura belum menentukan sikap.

Juru bicara Fraksi PAN, Zaki Syafrudin, menegaskan fraksinya tetap menolak rencana pinjaman tersebut.

“Kami dari awal, saat pertama kali rencana pinjaman daerah itu masih di posisi menolak,” kata Zaki.

Alasan fraksinya karena pinjaman itu perlu dikasi kembali lebih matang. Pihaknya berpendapat pinjaman itu akan memberatkan APBD di waktu mendatang.

Belum lagi, kata dia, bangunan baru RSUD Brebes masih perlu peningkatan.

“RSUD Brebes kan perlu dibangun lagi. Jangan sampai terbengkalai,” ucapnya.

Sementara, juru bicara Fraksi PKB, Zubad Fahillatah, mengatakan mendukung langkah Pemkab Brebes untuk melakukan pinjaman karena kebijakan tersebut pro-rakyat.

Baca Juga  Lagi Korban Hilang Ledakan di Pabrik Petasan Asal Tegal Dipastikan Tewas

“Ini merupakan satu keberanian dari pemimpin. Intinya kami mendukung rencana itu karena secara aturan juga diperbolehkan. Rumah sakit juga menjadi kebutuhan mendesak,” ujarnya.

Sementara, juru bicara Fraksi PPP-Hanura, Waidin, menuturkan sikap fraksi masih menunggu.

“Masih menunggu. Masih ada penjelasan lagi soal rencana itu,” kata Waidin.

 

Comments

comments

Advertisement

Pengunjung




MOST POPULAR