KabarPendidikan

Strategi Jitu Menghadapi SBMPTN, Mengulik Cerita Kegagalan Yang Lalu

Strategi jitu menghadapi SBMPTN kami mantapkan menjadi judul dari tulisan ini dikarenakan, maraknya pebisnis pendidikan berkedok bimbel-bimbel yang notabene tidak ramah dengan kalangan menengah kebawah.

Kalangan menengah kebawah yang diharapkan mampu menjadi penggebrak dari kesenjangan yang semakin kompleks, dan penggebrak bagi sistem penguasa yang kian hari semakin, dan terus kian menjadi. Dilarang Baper hehe 🙂 (berlarut dalam kesedihan batin)

via okezone

Sesuai janji di artikel SNMPTN, Jatengpost.com telah merangkum beberapa hal atau modal yang diperlukan peserta SBMPTN, untuk memaksimalkan kesempatan dalam kontestasi perebutan Perguruan Tinggi Negeri.

Terlebih dahulu Salam hangat dari kami untuk para pejuang muda SBMPTN yang senantiasa haus akan informasi. Good job.

Terlebih dahulu pula kami menantang kamu untuk membulatkan tekad, meng 100% kan keyakinan, lalu simak rangkuman berikut dengan jernih. Let’s go!

via viva

Kenali potensi, minat, atau kami berani sebut kegirangan pada dirimu…

Pernahkah kamu pernah menjawab atau mendengar seorang pejuang SBMPTN menanyakan, kamu ambil jurusan apa? Aku ambil hukum juga deh. Mau ambil kedokteran, keren jadi dokter, enak aja kalo ngeliat dokter.

Maaf teman, kami menyesalkan hal ini jika terjadi pada diri anda, semoga tidak. Cobalah tanyakan pada diri, lebih baik mengikuti ekspetasi atau potensi dan minat diri. Mau menimbang? Monggo

Karena pertanyaan diaataspun saya teringat dengan cerita Rahvana yang rela menculik Sinta, ya permaisuri Rama. Benar, anda tidak salah, yang dilakukan Rahvana itu gila, stres, keluar dari batas wajar. Namun Rahvana melakukan itu karena cinta gengs, karena minat, karena kegirangan.

Ada hubunganya? Ada dong, ada kan? Ada hehe

via vidme

Menimbang Pemilihan Jurusan dan Universitas..

Strategi jitu menghadapi SBMPTN kali ini kita buka dengan sebuah ungkapan. “Kalo UGM hanya menerima siswa-siswi yang cerdas? Lalu siapa yang akan mencerdaskan yang bodoh?” Hayo siapa?

Passing grade atau nilai kepopuleran pada Jurusan dan Universitas sudah menjadi realita kita pejuang SBMPTN. Setelah mengenali kemampuan diri kita, cobalah untuk menyesuaikan kemampuan sesuai dengan passing grade yang kamu yakini.

Passing grade dan kemampuan diri, itu pointnya.

Oleh karenanya juga kami menyarankan kamu untuk update passing grade PTN yang memungkinkan bakal mampu kamu rebut kursinya. Kuota kursi mahasiswa ya, bukan merebut dengan mencuri. tik tok tik tok

via zenius

Membedah Materi Soal SBMPTN..

via caraharian.com

Berikut adalah rumus mengetahui, melampauikah kita dengan standar passing grade atau nilai kepopuleran Jurusan atau Universitas? Sebagai keterangan, B=jawaban benar, S=jawaban salah, dan JS=Jawaban salah.

Keterangan diatas akan kita perdalam di bagian selanjutnya gengs, mari kita terlebih dulu membedah soal SBMTN tersebut. Seperti diketahui soal terbagi menjadi 3 yaitu, kategori SOSHUM (IPS), SAINTEK (IPA), dan Campuran (IPC) Dengan rincian:

  1. Kelompok Ujian Saintek: Tes Potensial Akademik (TPA), Tes Kemampuan Dasar Saintek (TKD Saintek)
  2. Kelompok ujian Soshum:   TPA, TKD Soshum.
  3. Kelompok ujian Campuran:TPA, TKD Campuran (Saintek dan Soshum)

Saat ini juga, sekali lagi saat ini juga tentukan arahmu, Soshum, Saintek, Campuran? Masih bingung? Kudu baca dari paling atas lagi dong hehe

Mulai Menggarap Latihan Soal Step by Step, Begini Tipsnya..

Setelah teman memahami point pertama, kedua, dan ketiga. Ayo segeralah cari latian soal sebanyak-banyaknya. Susah? gampang, diinternet banyak, gratis pula. Kurang biasa dengan layar? di print, kita latihan pake kertas. Percayalah teman, (sembari kutepuk bahu anda) setiap ada masalah, disitu ada peluang.

Setelah memiliki bank soal, segeralah jawab, dengan durasi yang ditantang oleh soal tersebut. Setelahnya, uji hasilnya dengan rumus passing grade diatas. Hasil dari rumus sejajarkan, belum memenuhi passing grade? Ambil soal yang lain, kerjakan lagi. Hasilnya? sejajarkan lagi dengan passing grade Jurusan dan Universitas.

Terus begitu, sampai kamu sangat matang dengan soal-soal tersebut. Kami sangat yakin, bahwa kamu BISA!

Mengintip Penyesalan Pejuang Yang Lalu..

Jangan dong kalo kudu nunggu Tahun depan?

Stop? satu lagi deh hehe

Ayo ini saatnya, benar sekarang. Kami sangat berharap, dan mengharapkan semangat di jiwamu sangat meledak-ledak, namun saranku juga, jangan terlalu berharap. Bukannya kita hanya dituntut berjuang semampunya? Setuju?

Kesehatan Fisik dan Mental..

Ingat dulu berangkat sekolah sambil batuk? Enak?

Jelas tidak nyaman dong. Lalu apa? belajarnya optimal?

via blogspot

Penting teman, jaga kesehatan. Benahi pola hidup yang baik. Tidur yang cukup untuk kebugaran fisik, Air putih yang banyak untuk menjaga konsentrasi. PENTING! Sok perhatian lu hm..

Kalau dengan mental, kami sangat percaya saat ada usaha yang dalam dan rutin sebelum menghadapi, ituloh yang diatas. Pasti, pasti, pasti mental membaja dengan sendirinya. Jangankan SBMPTN, bikin si doi terlenapun, siap!

Dari tadi kita sebut kamu pejuang loh, yes pejuang, kuat, perkasa khalayak Gatotkaca lan Arjuna.

Doa dan Restu Orang Tua..

Sebagai penutup dari segala upaya, ayolah mendekat pada Beliau-beliau, cium tanganya, peluklah kalo masih sempat.

Dengan ringan hati, katakan, lepaskan semuanya, dan jangan sampai ada yang tersisa.

via dream

Teringatku dengan cerita Ust. Abdul Somad. Dengan indahnya saat ia akan berangkat tes beasiswa S2 di Maroko, berkata pada ibunya. “Bu, ini anakmu yang telah kau lahirkan, kau susui, dan besarkan sampai sebesar ini. Saya datang untuk meminta restu dan doa untuk kesuksesan itu.” Tunduk Abdul Somad.

Berakhirlah sudah rangkuman strategi jitu menghadapi SBMPTN, yang pada kesimpulanya, mari manfaatkan peluang dengan sebaik-baiknya karena, tik tok tik tok tik tok waktu terus berjalan.