Politik & Hukum

Hasil Survei Terbaru Roy Morgan Research, Jokowi Akan Kembali Menjadi Presiden

Survei Charta Politika

Jatengpost.com – Dinamikan pemilihan presiden Indonesia yang tinggal menghitung hari ternyata menarik perhatian para peneliti internasional. Baru-baru ini, Lembaga survei asal Australia Roy Morgan ikut mencermati dinamika Pilpres 2019. Dari rilis hasil survei mereka yang terbit Jumat (1/3) kemarin, Joko Widodo – Ma’ruf Amin (paslon nomor urut 01) jauh lebih diunggulkan ketimbang Prabowo Subianto – Sandiaga Uno (02).

Jokowi unggul di pedesaan, Prabowo unggul di perkotaan

Berdasarkan lokasi menunjukkan, pasangan 01 memimpin perolehan suara di sebagian besar wilayah Indonesia dan dengan kuat leading di daerah-daerah pedesaan. Sementara 02 cenderung lebih kompetitif di perkotaan.

Hasil polling Roy Morgan menunjukkan bahwa di daerah pedesaan (pinggiran), Jokowi mendapat 63,5 persen, Prabowo 36,5 persen.

Menurut riset Roy Morgan, dukungan kuat buat Jokowi juga datang dari daerah asalnya di Jawa Tengah, dengan perolehan 74,5 persen. Sementara Prabowo 25,5 persen.

Survei Terbaru Roy Morgan

Hasil polling Roy Morgan tentang Pemilihan Presiden Indonesia ini dilakukan pada Januari 2019 terhadap 1.039 warga Indonesia berusia 17 tahun ke atas. “Jokowi mendapat dukungan 58 persen suara pada Januari, naik lima persen dari hasil Pilpres 2014. Prabowo 42 persen, turun sekitar lima persen (dari Pilpres 2014),” sebut Roy Morgan dalam rilisnya.

Survei Terbaru Roy Morgan

Chief Executive Officer Roy Morgan, Michele Levine mengatakan, performa ekonomi Indonesia selama lima tahun terakhir akan memberi kekuatan buat Jokowi. “Hasil polling menunjukkan Indonesia akan kembali memilih Joko Widodo sebagai presiden,” katanya.

Lalu siapa sih Roy Morgan?

Roy Morgan Research sendiri merupakan sebuah perusahaan riset pasar yang berkantor pusat di Melbourne, Australia. Selain melakukan riset terhadap pasar,  Roy Morgan Research juga aktif dalam enelitian dan riset persoalan politik di berbagai negara.

Roy Morgan Research didirikan pada tahun 1941 oleh Roy Morgan; Ketua Eksekutifnya hari ini adalah putranya, Gary Morgan; CEO adalah Michele Levine.