Politik & Hukum

Timses Prabowo-Sandi Usulkan Debat Capres Digelar di Kampus. Rektor UNS; Itu Tidak Mudah

Timses Prabowo-Sandi Usulkan Debat Capres Digelar di Kampus

Jatengpost.com- Tim pemenangan calon Presiden urut nomor 2, Prabowo-Sandiaga mengusulkan debat Pilpres digelar di kampus. Menanggapi hal ini, Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Ravik Karsidi, menilai hal tersebut akan menyulitkan pihak kampus.

Menurut Ravik Karsidi, debat boleh saja dilakukan di kampus. Namun harus ada banyak hal yang harus diwaspadai agar kampus tetap bersih dari politik praktis.

Ravik menjelaskan, tidak ada pelanggaran jika debat Capres diadakan di lembaga pendidikan seperti kampus. Namun meskipun demikian, ada peraturan yang harus dipatuhi, yakni kampus harus steril dari atribut partai.

“Menurut undang-undang sebenarnya boleh. Hanya catatannya tidak boleh membawa atribut. Padahal menurut saya, calon itu sendiri adalah atribut, ini menyulitkan kampus kan,” kata Ravik, Senin (22/10).

Ravik menambahkan, biasanya pasangan calon presiden akan membawa pendukung yang cukup banyak. Kehadiran masa inilah yang dikhawatirkan akan membawa atribut-atribut partai. Padahal kampus harus steril dengan hal tersebut.

Selanjutnya Ravik menyarankan, jika memang debat akan diadakan di kampus, maka debat hanya boleh diikuti oleh kalangan civitas akademika kampus terkait, yakni mahasiswa hingga dosen. Hal ini tidak terlepas untuk menghindari masuknya atribut partai politik ke dalam kampus.

“Kecuali KPU membuat petunjuk teknis pelaksanaan yang jelas. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diharapkan,” ujar rektor UNS ini,

Dari sisi sarana prasarana, UNS mengaku sangat siap jika digunakan sebagai lokasi debat. Faktor biaya pun akan menjadi lebih murah jika dibandingkan diselenggarakan di hotel.

“Memang lebih hemat, nanti bisa pakai auditorium dengan kapasitas 2 ribu. Kalau lebih banyak bisa pakai stadion. Panelis kita juga punya banyak,” tutupnya.