Tokoh NU: Santri Jangan jadi Buzzer, Lebih Baik Tukang Parkir Halal dan Berkah

  • Whatsapp
Foto: Gus Nadirsyah yang kerapkali bergaya millenial.

Jatengpost.com –¬†Tokoh NU, atau mantan Rais Syuriah cabang Australia, Nadirsyah Hosen, memberikan nasihat bagi para santri khususnya dari kalangan Nahdlatul Ulama.

Ia berpesan untuk tidak menjadi buzzer bayaran bagi kubu pemerintah maupun oposisi. Lebih lanjut, ia menyebut jika profesi untuk menjadi tukang parkir lebih mulia ketimbang buzzer.

Bacaan Lainnya

Pernyataan tokoh NU kelahiran 8 Desember 1973, terlontar dalam cuitan akun pribadinya. Yakni dengan ussername @na_dirs, Sabtu, 15 Mei 2021.

Gus Nadirsyah Hosen

Lanjutnya, seorang santri harus kembali falsafah untuk tunduk atau ta’dim dalam bahasa pesantren, kepada Kyai. Falsafah tersebut yang kemudian menjadi sindiran untuk santri tidak menjadi buzzer dan taat kepada kakak pembina.

Gus Nadir sapaan akrab beliau, merupakan tokoh NU yang aktif untuk merespon polemik negeri. HIngga saat ini, ia telah menerbitkan 7 jurnal internasional dan meluncurkan 6 buku. Serta, kini menjadi salah satu akademisi penting dalam Fakultas Hukum di Monash University.

Cuitan Gus Nadir dalam akun resmi pribadinya.
Cuitan Gus Nadir dalam akun resmi pribadinya.

Cuitan yang telah menyentuh angka 4 ribu lebih itu menuai tanggapan yang beragam dari warganet. Banyak warganet yang mendukung apa yang disampaikan Gus Nadir tersebut.

Pos terkait